galerifoto galerivideo
  • Tim Brawijaya mulai merakit model bangunan tahan gempa

Partnership

logo wika kecil logo polri kecil logo jatim kecil logo nindya karya kecildepartemen-pekerjaan-umum

Jurusan Teknik Sipil Bersiap Menghadapi KJI IX dan KBGI V

Setelah sukses menjadi juara umum di ajang Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) VIII, kali ini Jurusan Teknik Sipil bersiap menghadapi Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-IX dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) ke-V yang sedianya digelar di Universitas Brawijaya pada tanggal 28 November hingga 1 Desember 2013 mendatang. Tahun ini Jurusan Teknik Sipil mendapatkan kehormatan untuk menggelar acara tahunan tersebut.

Mewawancarai Ketua Jurusan Teknik Sipil Ir. Sugeng P. Budio, MS. di ruang kerjanya, beliau menjelaskan bahwa persiapan jurusan sudah mendekati sempurna. Selain mempersiapkan semua peralatan yang digunakan untuk pengujian, Jurusan Teknik Sipil juga mempersiapkan kontingen yang akan ditugaskan untuk mewakili Universitas Brawijaya dalam kompetisi, baik itu kompetisi jembatan maupun bangunan gedung. “Jadi, tugas kita pecah menjadi dua, yaitu menangani kepanitiaan agar supaya pelaksanaan acara ini menjadi sukses dan juga mempersiapkan kontingen agar bisa mempertahankan sebagai juara umum. Kontingen kita sudah berlatih dan sangat siap dalam menghadapi kompetisi ini”. ungkapnya.

Peserta Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-IX dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) ke-V ini dari seluruh Indonesia. Dan masih di dalam ajang ini, Jurusan Teknik Sipil FTUB akan kedatangan tamu dari negara tentangga diantaranya Malaysia. “Target kita adalah mempertahankan juara umum”, tambahnya.

Berbicara mengenai kesiapan panitia dalam menyelenggarakan Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-IX dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) ke-V, beliau menjelaskan bahwa saat ini persiapan sudah berjalan 80 %. “Untuk kompetisinya digelar 28 Novermber, tetapi mulai tanggal 1 November lalu kita sudah mempersiapkan lokasi yang akan digunakan dalam perlombaan dengan mengecor untuk pondasi bangunan gedung perlombaan. Yang jelas guna menjaga nama Universitas Brawijaya di kalangan baik nasional maupun regional, kita mempersiapkan sedemikian rupa mulai dari acara pembukaan, acara pelaksanaan sampai dengan acara penutupan, semua peserta harus merasa nyaman” tegasnya.

Masih menurut beliau, untuk kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-IX dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) ke-V, peserta betul-betul berkompetisi mulai dari mendisain jembatan, merangkai jembatan sampai dengan menguji kekuatan jembatan secara riil. Sehingga sarana prasarana yang diperlukan sangat banyak dan variatif, tidak hanya lokasi kompetsi, tetapi juga lokasi untuk presentasi dan lainnya yang tentunya memerlukan banyak gedung. Ajang ini akan dihelat di dua tempat, yaitu di Gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya dan di Lingkungan Jurusan Teknik Sipil. Menurut Ir. Sugeng P. Budio, MS., sejauh ini peserta, kontingen dan supporter yang akan datang diperkirakan sekitar 2000 orang. Sehingga membutuhkan persiapan yang matang. Untuk informasi lebih lanjut atau pertanyaan seputar pelaksanaan kompetisi, dapat mengunjungi laman Panitia Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) ke-IX dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) ke-V melalui kji-kbgi2013.ub.ac.id (andi)

Translate »