galerifoto galerivideo
  • Tim Brawijaya mulai merakit model bangunan tahan gempa

Partnership

logo wika kecil logo polri kecil logo jatim kecil logo nindya karya kecildepartemen-pekerjaan-umum

Teknik Sipil Persiapkan Ikuti Kompetisi Bangunan Tahan Gempa di Taiwan – IDEERS 2017

image_pdfimage_print

Rabu (17/5)  diadakan acara Sosialisasi Kompetisi IDEERS 2017 (Introducing and Demonstrating Earthquake Engineering Research in Schools) yang bertempat di Ruang Sidang Jurusan Teknik Sipil FTUB. Sosialisasi ini dilakukan dalam rangka persiapan menghadapi kompetisi IDEERS 2017. Acara sosialisasi yang dibagi menjadi tiga sesi ini dihadiri oleh sejumlah Dosen dan Mahasiswa angkatan 2014, 2015, dan 2016. IDEERS merupakan Kompetisi Bangunan Tahan Gempa tingkat Internasional yang diselenggarakan di Taiwan National Center for Research on Earthquake Engineering (NCREE) oleh the National Applied Research Laboratories (NARL), the National Center for Research on Earthquake Engineering (NCREE), the National Science and Technology Center for Disaster Reduction (NCDR), dan the Asia-Pacific Network of Centers for Earthquake Engineering Research (ANCER). Kompetisi ini diikuti oleh perserta dari berbagai Negara seperti Jepang, Australia, Singapura, Inggris, China, Filiphina, Hongkong, Malaysia, Korea, Taiwan, Indonesia, dsb. Jurusan Teknik Sipil FTUB mengikuti kompetisi IDEERS setiap tahun dimulai dari tahun 2014.

Sesi pertama yaitu Materi tentang Bangunan Tahan Gempa disampaikan oleh Ari Wibowo, ST, MT, PhD. Pada sesi ini dijelaskan kepada mahasiswa tentang konsep bangunan tahan gempa, kaidah ketahanan bangunan tahan gempa, pengingkatan ketahanan struktur tahan gempa, serta contoh-contoh model bangunan tahan gempa. Dengan bekal pengetahuan yang diberikan tersebut, diharapkan mahasiswa mampu membuat model bangunan tahan gempa yang tepat untuk dilombakan pada Kompetisi IDEERS 2017.

[Sesi I – Bangunan Tahan Gempa oleh Ari Wibowo, Ph.D]

Dilanjutkan pada sesi kedua yang disampaikan oleh Dr.Eng. Ming Narto Wijaya, ST, MT, M.Sc tentang Pengenalan Kompetisi IDEERS kepada para mahasiswa yang akan mengikuti kompetisi ini pada tahun 2017. Pada sesi ini Dr.Eng Ming Narto menjelaskan tentang peraturan-peraturan IDEERS pada tahun 2015 dan 2016. Untuk peraturan tahun 2017 masih belum ada, sehingga berbekal dengan peraturan tahun-tahun sebelumnya diharapkan para mahasiswa bisa memiliki gambaran tentang kompetisi ini. Peraturan dari tahun ke tahun memiliki tantangan yang berbeda, sehingga mahasiswa dituntut se-kreatif mungkin dalam merancang model bangunan tahan gempa yang akan dilombakan. Pada peraturan tahun 2015 model bangunan boleh memiliki luasan yang sama untuk tiap lantainya, sedangkan pada tahun 2016 model bangunan harus memiliki lompatan bidang muka yang artinya model bangunan tidak boleh memiliki luasan yang sama di semua lantainya. Pada tahun ini sangat memungkinkan ada perubahan di dalam peraturan tersebut yang mengharuskan mahasiswa untuk lebih kreatif lagi sehingga mampu memecahkan tantangan tersebut.

[Sesi II – Pengenalan IDEERS oleh Dr.Eng Ming Narto]

[Sesi II – Pengenalan IDEERS oleh Dr.Eng Ming Narto]

Selanjutnya pada sesi ketiga, diisi tentang sharing pengalaman dari finalis kontingen IDEERS tahun 2016 yang diwakili oleh Achmad Yushar dan Riandy Halim. Para finalis bercerita pengalaman yang mereka alami saat mengikuti kompetisi ini pada tahun 2016. Achmad Yushar menjelaskan pengalamannya mulai dari seleksi tingkat Jurusan, dimana mereka harus lolos seleksi pembuatan model bangunan, pengujian model bangunan, sampai dengan presentasi dalam bahasa Inggris. Setelah mereka lolos dari seleksi Jurusan, mereka akan dikirim sebagai finalis yang akan mewakili Indonesia dalam kompetisi Internasional ini. Disampaikan juga oleh Riandi Halim bahwa untuk membuat rancangan model bangunan tahan gempa dapat dimulai dengan simulasi software dengan menggunakan data gempa dari peraturan tahun sebelumnya yang dapat diunduh di website IDEERS. Dari berbagai simulasi-simulasi yang telah dilakukan, dapat dipilih jenis model bangunan tahan gempa yang efektif. Setelah sesi ketiga diakhiri, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh para peserta mahasiswa kepada para dosen pemateri maupun kepada peserta IDEERS tahun 2016.

[Sesi III – Sharing Pengalaman Finalis IDEERS 2016]

[Sesi III – Sharing Pengalaman Finalis IDEERS 2016]

Di tengah keterbatasan fasilitas yang dimiliki oleh Jurusan, mahasiswa tetap bersemangat dalam mengikuti kompetisi ini. Pada kondisi kompetisi sesungguhnya di Taiwan, pengujian dilakukan menggunakan Shaking Table dua arah yang dapat diatur besaran kekuatan bebannya. Sedangkan alat pengujian yang digunakan oleh mahasiwa di laboratorium masih terbatas hanya satu arah dengan besaran beban yang tidak dapat dikontrol. Keterbatasan alat tersebut diimbangi dengan kerja keras mahasiswa dan kerja sama yang baik dengan dosen-dosen di Jurusan Teknik Sipil sehingga Jurusan Teknik Sipil FTUB selalu berhasil mendapatkan award pada ajang kompetisi Internasional ini. Pada tahun 2014 mendapatkan Quake-Resistant Certificate, sedangkan pada tahun 2015 dan 2016 berturut-turut mendapatkan Quake-Resistant Certificate dan Best Design Idea of Exhibits Award. [Aif]

 

Translate »