galerifoto galerivideo
  • Tim Brawijaya mulai merakit model bangunan tahan gempa

Partnership

logo wika kecil logo polri kecil logo jatim kecil logo nindya karya kecildepartemen-pekerjaan-umum

Teknik Sipil FTUB Juara 1 Fabricated House Indocement Award 2016

image_pdfimage_print

IMG-20161111-WA0053

MALANGTIMES – Prestasi membanggakan diraih mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB). Tadi malam (Jumat, 11/Nov/2016) mereka menjuarai kompetisi perancangan rumah pabrikasi paling bergengsi di Indonesia, Indocement Awards.

Tim yang diketuai Ir Martin Simatupang M.Eng tersebut menyisihkan tujuh nominator lainnya yang masuk babak final. Dalam kompetisi tersebut, mereka mampu membuat rumah yang dinilai paling tangguh dan paling cepat pembangunannya.

Ketua Jurusan Teknik Sipil FTUB Ir Sugeng P. Budio MS menjelaskan, mahasiswanya berhasil membuat prototipe rumah 36 hanya dalam waktu dua jam. Pembangunan rumah dengan menggunakan sistem knock down atau bongkar pasang karya mahasiswa UB ini mampu membuat juri kompetisi terkagum-kagum.

Sugeng menjelaskan, jika rumah buatan mahasiswanya dibuat dalam tipe 36 riil, maka dalam waktu sehari bisa dibangun satu sampai sepuluh rumah. “Jika alatnya memadai, maka dalam sehari bisa dibangun hingga sepuluh rumah. Memang cepat pembangunannya karena dibuat dengan sistem knock down, jadi tinggal pasang saja,” lanjutnya.

brosur-sp

Rumah knock down yang dibuat UB ini terbilang sudah kuat dan mumpuni. “Dengan sistem yang kami buat, rumah knock down yang dirancang mahasiswa UB ini bisa dibangun untuk dua lantai,” terang Sugeng.

Rumah knock down yang dibuat mahasiswa UB ini sudah mempunyai pondasi dan pilar. Untuk balok, pilar, dan slup (bahan pondasi) terbuat dari beton pra cetak. Sedangkan untuk dindingnya terbuat dari panel beton.

Jpeg

Dia menerangkan, untuk pembuatan rumah tipe 36 dengan produksi manual biayanya masih cukup tinggi, sekitar Rp 70 juta. Namun, jika perancangan rumah knock down ini sudah diproduksi masal, biayanya diharapkan bisa ditekan hingga di bawah Rp 50 juta. “Namun, untuk membuat secara masal masih perlu dilakukan riset lagi dan butuh keterlibatan industri,” ucap Sugeng.

Prestasi yang diraih mahasiswa teknik sipil FTUB ini bisa dibilang merupakan ulangan dari 2014 lalu. Dua tahun lalu, FTUB juga mampu meraih juara 1 Indocement Awards dalam kategori fabricated house competition.

Hanya saja, saat itu rumah beton yang dibangun UB masih belum ada pilar dan pondasinya. “Jadi rumah knock down yang dibuat mahasiswa saat ini merupakan perbaikan dari dua tahun lalu. Kami masih akan terus melakukan riset lagi untuk menyempurnakannya,” sambung pria ramah tersebut.

Fabricated house competition adalah kompetisi perancangan rumah pabrikasi berbasis semen berkonsep open frame dimana panel-panel dinding bersifat non-struktural. Kompetisi diharapkan dapat mengembangkan kreativitas untuk menciptakan rumah pabrikasi yang memperhatikan unsur kekuatan, kekakuan/stabilitas, inovasi, keekonomisan, keramahan lingkungan, keawetan, serta kemudahan pelaksanaan.

Menurut Sugeng, apa yang dilakukan teknik sipil FTUB merupakan bagian untuk mendukung rencana pemerintah yang akan membuat sejuta rumah. “Indocement membuat kompetisi ini memang untuk diarahkan mendukung rencana pemerintah,” pungkasnya. (red mic)

IMG-20161111-WA0002 IMG-20161110-WA0017 Jpeg Jpeg

Sumber: http://m.malangtimes.com/baca/15358/20161112/075325/bangun-rumah-hanya-2-jam-ub-juarai-kompetisi-perancangan-rumah/

Foto : Martin Simatupang

Translate »