galerifoto galerivideo
  • Tim Brawijaya mulai merakit model bangunan tahan gempa

Partnership

logo wika kecil logo polri kecil logo jatim kecil logo nindya karya kecildepartemen-pekerjaan-umum

Teknik Sipil Berturut- turut Juarai IDEERS Taiwan

image_pdfimage_print

IDEERS 2016 1Tim Jurusan Teknik Sipil merupakan satu-satunya tim dari Indonesia yang mengibarkan bendera merah putih dengan memperoleh penghargaan dalam kategori “Best Design Idea of  Exhibits” di Taipei, Taiwan (9-11/Sep/2016). Dua tahun berturut- turut sudah Jurusan Teknik Sipil Juarai Kompetisi “Introducing and Demonstrating Earthquake Engineering Research in Schools (IDEERS). Pada IDEERS 2016 kali ini tim juga mencapai prestasi dengan memperoleh predikat bangunan tahan gempa (Quake-Resistant Certificate) karena mampu bertahan terhadap uji gempa lebih dari 400 gal.

IDEERS sendiri diadakan oleh National Centre For Research On Earthquake Engineering (NCREE), National Applied Research Laboratories (NARLabs), dan British Council (BC). Tujuannya mengenalkan dan mengajak siswa mulai tingkat SMA hingga Pascasarjana untuk bersaing dalam merancang dan merakit bangunan tahan gempa yang efektif.

IDEERS 2016 2

Persiapan untuk mengikuti lomba ini sudah dipersiapkan sejak lama oleh tim. Mereka berlatih terus menerus sebelum mendapatkan model yang paling efektif dan efisien. Tim Juga berlatih untuk merakit model bangunan. Pasalnya,  di lokasi Tim hanya diberikan waktu  6 jam untuk merakit.

Dalam proses persiapan ini Tim UB justru mengalami hambatan yang cukup signifikan khususnya dalam pengujian hasil konstruksi. Tim UB tidak memiliki shaking table,  peralatan dasar untuk perancangan bangunan tahan gempa, yang umum dimiliki oleh para peserta IDEERS. Hal ini tidak mematahkan semangat tim, mereka tetap serius dan cermat. Tim yang diketuai sendiri oleh ketua Jurusan Teknik Sipil, Ir. Sugeng P. Budio, MS pun memperoleh dukungan penuh dari civitas akademika di Jurusan Teknik Sipil.

Tim berangkat dengan anggota yang terdiri dari 4 mahasiswa dan didampingi 2 dosen. Beberapa diantaranya yakni Riandy Halim, Archi Aditya, Achmad Yusar Dzakwan, dan Ahmad Agus Salim  yang merupakan mahasiswa S1 angkatan 2014. Dosen pembimbing yang mendampingi diantaranya Ari Wibowo, ST., MT., Ph.D dan Dr.Eng. Ming Narto Wijaya, ST., MT., MSc.

Bangunan dari tim UB diberi nama “Stronghold”. Bangunan ini terbuat dari material utama  medium density fibreboard (MDF) yang dirakit dengan mengkombinasikan material penunjang. Material penunjang meliputi karet gelang, benang, kertas, stik bambu dan hot melt glue gun.

IDEERS 2016 3

Material tersebut kemudian dirakit menjadi model bangunan yang dirancang untuk menahan gaya gempa. Penggunaan bahan dirancang seefisien mungkin tanpa mengurangi kekuatan struktur bangunan. Selain memperhatikan aspek kekuatan, tim UB juga mengenalkan budaya Indonesia melalui motif batik yang diaplikasikan pada beberapa elemen bangunan. Kemudian model bangunan diuji dengan menggunakan shaking table 2 arah untuk mengetahui kekuatan bangunan jika terkena gempa dengan skala tertentu.

Bersaing dengan tim sekolah dan Perguruan Tinggi dari Taiwan dan seluruh dunia, Tim UB berhasil unjuk gigi. Untuk tim undergraduate (S1) terdaftar sekitar 50 tim dari beberapa Negara seperti Inggris, Jepang, Korea, Malaysia, Tiongkok, Philipina dan sejumlah negara lainnya.

IDEERS 2016 4

 “Untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi ke depan, persiapan harus semakin ditingkatkan. Kami harap ke depan Jurusan Teknik Sipil akan memiliki Shaking Table yang memadai agar simulasi di Laboratorium lebih akurat!” Ujar Riandy Halim, perwakilan mahasiswa peserta IDEERS 2016. (MNW/Ems)

Sumber : teknik.ub.ac.id

Translate »