galerifoto galerivideo
  • Tim Brawijaya mulai merakit model bangunan tahan gempa

Partnership

logo wika kecil logo polri kecil logo jatim kecil logo nindya karya kecildepartemen-pekerjaan-umum

Studi Ekskursi (SE) ke Proyek APMS, Pelabuhan Tanjung Priok, dan Pabrik Fabrikator Baja Cigading

image_pdfimage_print

Pada tanggal 18-21 Mei 2017 dilaksanakan kunjungan Studi Ekskursi Angkatan 2014 Jurusan Teknik Sipil FTUB pada tiga lokasi proyek, yaitu APMS Bandara Internasional Soekarna-Hatta, Pelabuhan Kalibaru Tanjung Priok, dan Pabrik Fabrikator Baja CHC. Studi Ekskursi ini merupakan kegiatan yang dilakukan oleh Jurusan Teknik Sipil setiap 1 tahun sekali, dengan tujuan agar mahasiswa lebih memahami aplikasi pekerjaan teknik sipil di dunia kerja.

Kunjungan pertama (19/5) dilakukan pada Proyek Pembangunan APMS (Automated People Mover System) Bandara Internasional Soekarna-Hatta. Proyek pembangunan jalur kereta otomatis tanpa pengemudi ini bertujuan untuk memindahkan penumpang antar-terminal di Bandara. Pembangunan kereta otomatis elevated track ini dikerjakan oleh dua Kontraktor, yaitu PT. Wijaya Karya (WIKA) dan PT.Indulexco yang meliputi satu depo kereta dan empat bangunan shelter. Struktur dari Jalur APMS ini terdiri dari Tiang Pancang, Pile Cap, Kolom RCP, Balok Girder, Walking Road, Dinding Pembatas, dan Emergency Walk.

Dalam pemaparan di lapangan, disampaikan oleh Ir.Erfan selaku Project Manager bahwa sebagai moda transportasi sky-train pertama di Indonesia, proses pembangunan infrastruktur APMS ini memiliki tiga tantangan besar yaitu utilitas, window time, dan interface. Bandara ini memiliki berbagai macam utilitas seperti kabel telepon, kabel listrik yang terpasang di site. Bandara Internasional ini tetap beroperasi selama proses konstruksi berlangsung, sehingga kegiatan penerbangan tidak boleh terganggu selama masa konstruksi.  Dengan adanya dua penyedia jasa, maka koordinasi harus berjalan baik antara kebutuhan sistem kereta dan fasilitas prasarana yang diperlukan.

Pembangunan struktur APMS dengan track sepanjang 3000 m ini juga menggunakan beberapa inovasi dalam konstruksi seperti penggunaan RCP sebagai bekisting kolom struktur trase, permodelan PC-V girder sebagai pengganti PC-U girder, dan Rigging method erection girder di area terminal 3 baru.

Kunjungan Pertama - Proyek APMS

Kunjungan Pertama – Proyek APMS

Kunjungan pertama - Proyek APMS

Kunjungan pertama – Proyek APMS

 

Selanjutnya rombongan melakukan kunjungan kedua pada hari yang sama menuju Proyek Pembangunan Terminal Petikemas Kalibaru Utara Pelabuhan Tanjung Priok. Megaproyek ini merupakan proyek strategis pemerintah yang bertujuan mengembangkan Pelabuhan Internasional di Indonesia untuk meningkatkan kapasitas produksi dan mempersingkat waktu pengiriman. Ir. Pande Ketut Gede selaku Project Manager dari PT. PP (Pengembangan Perumahan) dalam sambutannya menyampaikan dengan adanya pelabuhan ini, maka pengiriman petikemas bisa langsung menuju pelabuhan Indonesia, tanpa transit terlebih dulu di Singapura. Proyek pengembangan Terminal Petikemas terdiri dari beberapa bagian antara lain access road, container terminal, jety, breakwater, dsb. Progress fisik saat ini yang sudah terlaksana antara lain adalah access road, dan container terminal 1. Sedangkan progress fisik yang sedang berjalan adalah container terminal 2. Pada container Terminal 1, pembangunan dilakukan dengan menggunakan sistem deck-on-pile, sehingga pembangunan bisa lebih cepat selesai daripada menggunakan metode reklamasi yang sedang dilaksanakan pada container terminal 2.

Kunjungan kedua - Proyek Terminal Kalibaru Tanjung

Kunjungan kedua – Proyek Terminal Kalibaru Tanjung

Keesokan harinya (20/5) dilakukan kunjungan ketiga menuju Pabrik Baja CHC (Cigading Habeam Centre). Pada kunjungan ini diawali dengan sesi ruangan terlebih dahulu sebelum sesi lapangan ke workshop baja Pabrik CHC. Pada sesi ruangan diberikan materi tentang safety induction dan pengenalan tentang company profile Pabrik CHC. Dalam penyampaiannya, Ir.Tarjo selaku Project Engineering menjelaskan bahwa Pabrik CHC sebenarnya bukan merupakan Pabrik Baja melainkan Pabrik Fabrikator Baja, karena Prabik ini tidak memproduksi profil baja sepenuhnya melainkan profil baja welded dengan dimensi custom sesuai permintaan user. Beberapa product yang dihasilkan antara profil baja welded, pelat lempengan tipis (coil), fabrikasi jembatan/bangunan baja, dan tiang (pole).

Setelah pengenalan singkat tersebut, selanjutnya mahasiswa diarahkan menuju Workshop Pabrik Fabrikator Baja. Dalam pabrik ini, mahasiswa dapat melihat proses pembuatan profil baja welded mulai dari proses marking, cutting, assembling, straightening, welding, sampai proses finishing. Setelah proses finishing, pada profil baja tersebut dilakukan blasting dan painting kemudian packing dan delivering. Sedangkan untuk permintaan produksi fabrikasi struktur baja (jembatan), dilakukan trial assembling untuk memastikan struktur baja bisa dikerjakan sebelum dilaksanakan proses ereksi sesungguhnya di lapangan.

 

Kunjungan ketiga - Pabrik Fabrikator Baja Cigading

Kunjungan ketiga – Pabrik Fabrikator Baja Cigading

Kunjungan ketiga - Pabrik Fabrikator baja Cigading

Kunjungan ketiga – Pabrik Fabrikator baja Cigading

Kegiatan ini diikuti sebanyak 102 mahasiswa angkatan 2014 dengan pendampingan oleh dosen pembimbing yaitu Dr.Eng. Indradi Wijatmiko, ST, M.Eng (prac); Dr.Eng. Alwafi Pujiraharjo, ST, MT; Ananda Insan Firdausy, ST, MT, M.Sc; Indra Waluyohadi, ST, MT, M.Sc; dan Bhondana Bayu, ST, MT. Kegiatan ini berjalan lancar dengan antusiasme yang tinggi dari para mahasiswa, sejumlah pertanyaan secara terus menerus disampaikan oleh mahasiswa kepada pihak pelaksana proyek terkait saat kunjungan lapangan berlangsung. [Aif]

Kunjungan ketiga - Pabrik Fabrikator Baja Cigading

Kunjungan ketiga – Pabrik Fabrikator Baja Cigading

 

 

Translate »