galerifoto galerivideo
  • Tim Brawijaya mulai merakit model bangunan tahan gempa

Partnership

logo wika kecil logo polri kecil logo jatim kecil logo nindya karya kecildepartemen-pekerjaan-umum

Pioneer : LKTI Dedikasi UNHAS 2016

image_pdfimage_print

 

LKTI

Permasalahan sampah di Indonesia masih menjadi hal yang serius, mulai dari belum terciptanya kesadaran individu di berbagai lapisan masyarakat akan pentingnya kelestarian lingkungan hidup. Keterbatasan lahan yang tersedia pun menjadi masalah selanjutnya, di mana lahan untuk menampung sampah pun terbatas. Inovasi mengenai pengolahan sampah untuk lingkungan sekitar berskala kecil pun diperlukan.

Berkaitan dengan permasalahan sebelumnya, LKTI Dedikasi UNHAS kembali hadir di tahun ke tujuh dengan mengusung tema  “Inovasi waste to energy berbasis masyarakat dan berkelanjutan”.  Lomba yang berlangsung pada tanggal 23 – 27 Oktober 2016 di kota Makassar ini diikuti oleh sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.

Tim Punggawa 61 Universitas Brawijaya yang diwakili oleh Radius Suryajaya, Ika Widyastuti, dan Diaz M.J dengan dosen pembimbing Dr. Eng. Indradi Wijatmiko keluar sebagai juara 1 dalam kompetisi ini. Permasalahan sampah organik yang tidak dimanfaatkan dengan baik dan ketidakpedulian masyarakat  akan lingkungan hidup yang diwujudkan dalam bentuk pengolahan sampah berbasis aplikasi online merupakan inti dari ide tim Punggawa 61. Memanfaatkan teknologi smart phone yang berkembang saat ini membuat Radius dan tim. untuk mengembangkan aplikasi sampah online tersebut yang selanjutnya diberi nama Green Future.

Persiapan yang singkat selama dua minggu disibukkan konsultasi dengan dosen dan pematangan konsep yang akan dibawakan mengantarkan perwakilan Universitas Brawijaya ini menjadi pemenang.

Selanjutnya, pengaplikasian ide tersebut di masyarakat diwujudkan dengan adanya kolaborasi dengan tim dosen Teknik Sipil Universitas Brawijaya yaitu berupa pembuatan aplikasi untuk pengolahan sampah, di Kabupaten Malang. Untuk ke depannya prestasi ini bisa berlanjut bahkan sampai ke tingkat internasional dan dikembangkan serta disempurnakan kembali untuk membantu pengolahan sampah di masyarakat perkotaan atau pedesaan. (red/Vivi)

Translate »