galerifoto galerivideo
  • Tim Brawijaya mulai merakit model bangunan tahan gempa

Partnership

logo wika kecil logo polri kecil logo jatim kecil logo nindya karya kecildepartemen-pekerjaan-umum

Pemodelan Pelayanan Terminal Penumpang Transportasi Jalan Berbasis Kepuasan Pengguna

Agung Sedayu

Program Doktor Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Komisi Pembimbing, Promotor : Harnen Sulistio2, Ko-Promotor 1 : Achmad Wicaksono3, Ko-Promotor 2 : Agoes Soehardjono MD.2.

 ABSTRAK

Infrastruktur transportasi di Indonesia masih perlu banyak pembenahan dan perhatian khusus. Selain jumlahnya kurang memadai, dari aspek kualitas pelayanan infrastruktur tersebut masih cukup memprihatinkan. Perlu adanya upaya dan kiat penyelamatan infrastruktur transportasi di negara Indonesia, agar eksistensinya dapat memberi manfaat dan menunjang pembangunan. Salah satu cara yang sangat penting dan mendasar adalah penentuan Standar Pelayanan Minimal (SPM) infrastruktur transportasi, yang khusus pada penelitian ini menekankan pada SPM terminal penumpang transportasi jalan. SPM berperan sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan infrastruktur transportasi khususnya terminal penumpang transportasi jalan. Acuan penerapan dan penyusunan SPM untuk berbagai sektor termasuk infrastruktur terminal antara lain Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 dan Peraturan Pemerintah Nomor 6 tahun 2007 yang berisi kebijakan pemerintah Indonesia tentang Standar Pelayanan Minimal. Latar belakang pengembangan terminal memerlukan SPM adalah belum adanya standar dan pedoman yang menjelaskan secara rinci tentang terminal. Acuan yang ada seperti Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009, Peraturan Pemerintah Nomor 43 tahun 1993, dan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 31 tahun 1995 masih belum jelas dan dan rinci memberikan definisi, batasan, pedoman yang dapat diacu dalam menetapkan pelayanan terminal penumpang transportasi jalan. Penelitian ini berperan secara teoritis dalam pengembangan teori dan metode penentuan kualitas pelayanan dari aspek persyaratan pengguna dan menghasilkan atribut pelayanan baru dengan menggabungkan teori, kajian terdahulu, dan keinginan pengguna terminal. Disamping itu kontribusi praktisnya adalah untuk memperbaiki pedoman perencanaan dan pembangunan berupa standar ukuran, persyaratan minimal, dan acuan desain terminal penumpang transportasi jalan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif, Importance-Performance Analysis (IPA), Quality Function Deployment (QFD), dan Structural Equation Modeling (SEM). Disamping itu untuk mempermudah skoring dan membantu visualisasi pemodelan kualitas pelayanan terminal perlu dibuat program pemodelan yang dihasilkan dari SEM dengan bahasa program Visual Basic 6,0 (VB 6,0). Atribut pelayanan diperoleh dari persepsi pengguna yaitu penumpang terminal, sebab selama ini kajian yang ada hanya sebatas pada kajian teknis dan masih belum disesuaikan atau dibandingkan dengan persepsi pengguna. Respon teknis atas kebutuhan dan kepentingan pengguna diperoleh dari pengelola terminal yaitu UPTD terminal dan Dinas Perhubungan Pemerintah Daerah. Lokasi penelitian adalah tiga kota di Jawa Timur dengan tipe terminal tipe A dan B yaitu Surabaya dengan terminal Purabaya (tipe A) dan terminal Joyoboyo (tipe B), Malang dengan terminal Arjosari (tipe A) dan Tlogomas (tipe B), dan Kediri dengan terminal Tamanan (tipe A) dan terminal Pare (tipe B). Hasil penelitian telah menetapkan sepuluh atribut pelayanan terminal penumpang transportasi jalan dari proses survei pendahuluan dan 54 rincian atribut pelayanan untuk survei lanjutan. Sepuluh atribut pelayanan hasil survei pendahuluan tersebut antara lain adalah jaminan (assurance), daya tanggap (responsiveness), kinerja (performance), estetika (aesthetics), kemudahan (easy), keandalan (reliability), daya tahan atau keawetan (durability), frekuensi (frequency), kesenangan dan kenyamanan (convenience and comfort), dan ketersediaan (availability). Prioritas perbaikan kualitas pelayanan terminal didasarkan pada tingkat kepentingan pengguna, sedangkan target peningkatan kualitas pelayanan sesuai dengan kepuasan yang diharapkan oleh pengguna dalam waktu mendatang. Target peningkatan kualitas pelayanan untuk enam terminal tipe A dan B terbagi atas 5 (lima) klasifikasi yaitu fasilitas, kenyamanan, keamanan dan keselamatan, biaya, dan pegawai atau petugas pengelola terminal. Kontribusi yang signifikan antar atribut pelayanan pada terminal tipe A (Purabaya, Arjosari, dan Tamanan) dan tipe B (Joyoboyo, Tlogomas, dan Pare). Signifikansi tersebut dijelaskan pada hubungan pengelolaan terminal, kualitas pelayanan terminal, dan kinerja fasilitas pelayanan transportasi terhadap kepuasan pengguna, begitu juga kontribusi pengelolaan terminal dan kinerja fasilitas pelayanan transportasi terhadap kualitas pelayanan terminal. Sedangkan pengaruh langsung dan tak langsung antara pengelolaan terminal, kualitas pelayanan terminal, dan kinerja fasilitas pelayanan transportasi terhadap kepuasan pengguna bernilai positif, begitu juga dengan pengaruh langsung dan tak langsung antara pengelolaan terminal dan kinerja fasilitas pelayanan transportasi terhadap kualitas pelayanan terminal yang bernilai positif. Hal ini menunjukkan bahwa variabel kepuasan pengguna dapat dijelaskan oleh pengelolaan terminal, kualitas pelayanan terminal, dan kinerja fasilitas pelayanan transportasi, artinya bahwa peningkatan dan penurunan kepuasan pengguna terhadap kualitas pelayanan terminal penumpang transportasi jalan dipengaruhi oleh peningkatan dan penurunan pengelolaan terminal dan kinerja fasilitas pelayanan transportasi. Secara dominan pada terminal Purabaya (tipe A), Arjosari (tipe A), Joyoboyo (tipe B), Pare (tipe B), dan gabungan terminal tipe A dan B bahwa kualitas pelayanan terminal memiliki total pengaruh yang paling besar terhadap kepuasan pengguna, kecuali pada terminal Tamanan (tipe A) dengan total pengaruh terbesar pada pengelolaan terminal  dan terminal Tlogomas (tipe B) pada fasilitas pelayanan transportasi. Untuk pengaruh terhadap kualitas pelayanan, aspek pengelolaan menempati nilai terbesar untuk seluruh tipe terminal, kecuali pada terminal Tlogomas (tipe B) dengan total pengaruh terbesar pada fasilitas pelayanan transportasi. Rekomendasi pedoman SPM terminal tipe A dan B disusun dengan mengacu pada kebijakan tentang terminal di Indonesia, standar terminal di Indonesia dan internasional, dan hasil penelitian ini. SPM meliputi dua aspek yaitu: (1). Lokasi dan letak, aksesibilitas, dan lahan terminal; dan (2). Fasilitas terminal. Saran untuk penelitian berikutnya dapat mengkaji SPM terminal di daerah lain baik tingkat propinsi, kabupaten, dan kota untuk melengkapi hasil penelitian ini agar SPM terminal yang dihasilkan dapat diterapkan secara nasional. Disamping itu perlu dipertimbangkan variabel responden dari pihak operator (sopir dan kenek) angkutan umum, penyewa area komersial terminal, dan masyarakat sekitar terminal.

Kata-kata kunci: pemodelan pelayanan, terminal penumpang transportasi jalan, kepuasan pengguna.


Translate »