galerifoto galerivideo
  • Tim Brawijaya mulai merakit model bangunan tahan gempa

Partnership

logo wika kecil logo polri kecil logo jatim kecil logo nindya karya kecildepartemen-pekerjaan-umum

Kerusakan Tanah : Jenis, Penanggulangan dan Pencegahan

image_pdfimage_print

Semakin berjalannya waktu, kondisi Bumi (baca: inti Bumi) semakin tua. Hal ini akan menambah kerapuhan elemen- elemen yang ada di Bumi, termasuk juga tanah (baca: jenis tanah). Selain itu, aktivitas yang dilakukan oleh manusia dalam kehidupan sehari- hari juga mempengaruhi keadaan tanah. Kandungan tanah yang terdiri atas 50% bahan padat (45% bahan- bahan mineral dan 5% bahan organic), 25% air, serta 25% udara ini apabila jumlah komposisinya tidak seimbang maka akan menyebabkan kualitas tanah menjadi turun dan semakin lama akan sampai ke arah kerusakan tanah.

Jenis- Jenis Kerusakan Tanah

Perlu kita ketahui bersama bahwa kerusakan yang terjadi pada tanah ini jenisnya ada bermacam- macam. Karena kerusakan yang bermacam- macam ini pula maka terlihat kondisi tanah yang berbeda- beda pula. Mengenai beberapa jenis kerusakan pada tanah, adalah sebagai berikut:

  1. Erosi Tanah

Jenis kerusakan yang terjadi pada tanah yang pertama kita sebut sebagai erosi tanah (baca: polusi tanah). Erosi tanah merupakan peristiwa terangkatnya bagian- bagian tanah, terutama lapisan teratas pada tanah dan diendapkan ke tempat lain. Erosi tanah ini dibagi menjadi beberapa jenis. Jenis- jenis dari erosi tanah antara lain sebagai berikut:

  • Ablasi

Ablasi merupakan erosi tanah yang dilakukan oleh tenaga air. Jadi tanah terkikis akibat adanya aliran air. Peristiwa ablasi ini sering terjadi di daerah yang memiliki curah hujan yang tinggi. Selain itu bentuk lahan atau bentuk permukaan tanah (baca: bentuk permukaan muka bumi) yang miring juga bisa mempermudah terjadinya ablasi.

  • Deflasi

Deflasi disebut juga dengan Korasi. Deflasi Atau korasi ini merupakan peristiwa erosi tanah yang disebabkan karena angin. Tiupan angin yang terlalu kencang akan mampu mengangkat partikel- partikel tanah sehingga terjadilah erosi. Deflasi atau korosi ini biasa terjadi di daerah gurun (baca: gurun pasir terbesar di dunia) atau daerah yang memiliki iklim kering.

  • Eksarasi

Jenis erosi tanah yang selanjutnya adalah eksarasi. Eksarasi merupakan erosi tanah yang disebabkan oleh gletser. Gletser sendiri merupakan kikisan dari massa salju yang bergerak menuruni lereng. Gletser ini ada di daerah yang bersalju. Karena disebabkan oleh gletser, maka eksarasi ini terjadi di daerah yang mempunyai banyak salju.

  • Abrasi

Asbrasi merupakan erosi tanah yang disebabkan karena kekuatan gelombang laut. Dari beberapa jenis erosi tanah, mungkin abrasi adalah yang paling sering kita dengar. Hal ini karena Indonesia mempunyai banyak sekali laut (baca: macam-macam laut), maka gelombang- gelombang laut banyak yang menyebabkan pengikisan pada tanah. Karena penyebabnya adalah gelombang laut, maka abrasi hanya terjadi di sekitar daerah- daerah laut.

Itulah beberapa jenis erosi tanah. Apabila kita perhatikan lebih dalam, maka jenis- jenis erosi tanah tersebut dilihat dari penyebab erosi itu sendiri, seperti air, angin, gletser maupun gelombang laut. Hal ini perlu dipisah- pisah agar kita mengetahui secara pasti sebenarnya apa yang menyebabkan erosi tanah terjadi.

  1. Lahan Kritis

Selain erosi tanah, bentuk kerusakan tanah yang lainnya adalah lahan kritis. Seperti namanya yakni “kritis” maka keadaan ini pun mencerminkan keadaan tanah yang sangat buruk. Yang dimaksud dengan lahan kritis adalah kondisi tanah yang telah kehilangan kesuburannya (baca: ciri tanah subur dan tidak subur) sehingga mengakibatkan penurunan fungsi sebagai sarana pendukung kehidupan.  Lahan kritis ini bisa timbulkan karena beberapa hal, antara lain sebagai berikut:

  • Kerusakan hutan

Penyebab lahan kritis yang pertama adalah karena kerusakan hutan. Manusia mempunyai banyak sekali aktivitas yang dapat mengakibatkan kerusakan hutan. Hal ini karena manusia mengambil manfaat hutan yang terkadang sampai tidak terkendali. Apabila pemanfaatan hutan tidak dibarengi dengan upaya pelestarian hutan maka akan mengakibatkan kerusakan pada hutan. beberapa kegiatan yang mengakibatkan kerusakan pada hutan yang pada akhirnya menyebabkan lahan kritis antara lain adalah penebangan liar, kebakaran hutan, dan pertanian sistem ladang berpindah.

  • Kegiatan pertambangan

Penyebab lahan kritis yang selanjutnya adalah kegiatan pertambambangan. Barang tambang kita peroleh dengan menggali tanah, maka apabila tidak hati- hati akan mengakibatkan lahan kritis. Pengambilan barang tambang yang tidak disertai dengan pengelolaan lingkungan akan mengakibatkan kerusakan tanah, salah satunya adalah lahan kritis. Lahan kritis akibat kegiatan pertambangan terjadi akibat hilangnya vegetasi penutup lahan, perubahan topografi dan juga perubahan struktur lapisan tanah.

Itulah dua contoh peristiwa yang dapat mengakibatkan terjadinya lahan kritis. Apabila tidak segera ditangani maka akan semakin meluas mengingat kegiatan akan selalu dilakukan oleh manusia.

  1. Pencemaran Tanah

Jenis kerusakan tanah yang selanjutnya adalah pencemaran yang terjadi pada tanah. Pencemaran tanah merupakan gangguan keseimbangan pada tanah yang diakibatkan oleh masuknya polutan hasil kegiatan manusia. Polutan sendiri merupakan bahan atau benda yang menyebabkan pencemaran, baik secara langsung maupun tidak langsung. Polutan mempunyai sifat tidak dapat diurai oleh bakteri pengurai sehingga tidak dapat menyatu dengan tanah. Ada banyak sekali polutan tanah yang dihasilkan oleh kegiatan sehari- hari. Beberapa jenis polutan tanah adalah berbagai berikut:

  • Limbah domestik

Limbah domestik merupakan benda atau bahan tidak dipakai yang dihasilkan oleh kegiatan rumah tangga, baik berupa limbah padat, cair dan juga gas. Beberap contoh limbah domestik antara lain  bungkus detergen, air bekas cucian, bungkus makanan dan lain sebagainya.

  • Limbah industri

Merupakan limbah yang dihasilkan sebagai akibat kegiatan produksi suatu industri. Sama seperti limbah domestik, limbah industri juga bisa berbentuk cair, padat maupun gas. Karena sifatnya yang keras dan jumlahnya yang lebih banyak, maka kebanyakan limbah industri lebih berbahaya daripada limbah domestik.

  • Limbah pertanian

Polutan tanah selanjutnya adalah limbah pertanian. Seperti namanya, limbah pertanian merupakan limbah yang dihasilkan dari kegiatan pertanian. Limbah pertanian ini berasal dari pupuk berbahan kimia yang digunakan dalam kegiatan pertanian. Pemupukan yang berlebihan dan dilakukan dalam jangka waktu panjang akan menyebabkan kerusakan pada tanah.

Itulah beberapa penyebab dari pencemaran tanah. Oleh karena polutan sangat dekat dengan kegiatan kita, maka sebaiknya kita mengupayakan penanggulanhannya juga. Tidak hanya pencemaran tanah saja, namun juga kerusakan tanah yang lainnya perlu kita upayakan pencegahannya supaya tidak menimbulkan kerusakan tanah yang lebih parah.

Upaya Penanggulangan Kerusakan Tanah

Ketika ada kerusakan yang terjadi, maka hal wajib yang harus kita lakukan adalah segera melakukan upaya penanggulangan. Agar apa? Tentu saja agar kerusakan itu tidak bertambah  parah. Apabila dibiarkan maka kerusakan tanah yang terjadi akan semakin melebar bahkan bertambah parah sehingga dapat merugikan manusia. Upaya- upaya penanggulangan yang dapat dilakukan manusia antara lain sebagai berikut:

  1. Daur ulang

Cara pertama yang dapat dilakukan sebagai upaya penanggulanagan kerusakan pada tanah adalah dengan melakukan kegiatan daur ulang. Daur ulang ini diperuntukkan bagi sampah- sampah non organik agar dapat mengurangi polutan di tanah. Daur ulang sampah plastik misalnya, dapat diubah mendai berbagai barang yang bermanfaat badi kehidupan sehari- hari. Botol plastik dapat dimanfaatkan kembali untuk membuat berbagai kerajinan tangan, maupun digunakan kembali sebagai pot atau tembat barang. Plastik bekas minuman atau bekas detergen dapat dimanfaatkan untuk membuat aneka kerajinan seperti tas, dompet dan lain sebagainya. Sampah- sampah plastik terkadang juga didaur ulang menjadi plastik yang baru sehingga akan menghemat bahan baku dalam membuat produk- produk plastik. Di lingkungan sekolahan, zaman sekarang anak- anak sudah sangat kreatif membuat produk- produk daur ulang. Bahkan mata pelajaran keterampilan hampir selalu mengajarkan siswa siswi untuk membuat aneka kerajinan dari bahan bekas menjadi barang yang mempunyai nilai jual.

  1. Menampung limbah cair

Selain daur ulang, upaya untuk menanggulangi kerusakan tanah yang lainnya adalah menampung limbah cair sisa- sisa kegiatan produksi maupun kegiatan sehari- hari. tentu saja hal ini berlaku bagi limbah yang mempunyai bentuk cair. Limbah cair dapat dihasilkan dari kegiatan produksi industri maupun kegiatan rumah tangga. Limbah cair ini tidak boleh langsung di buang ke tanah karena sangat berbahaya dan juga akan menimbulkan kerusakan pada tanah dalam jangka waktu tertentu. maka dari itu limbah cair haruslah ditampung dan dilakukan proses pengolahan lebih lanjut supaya lebih ramah lingkungan dan tidak berbahaya bagi tanah maupun bagi makhluk hidup yang ada di Bumi. Apabila limbah cair dihasilkan dari kegiatan rumah tangga, maka limbah tersebut harus dibuang ke tempat atau saluran yang tepat. Apabila limbah cair tersebut tidak berbahaya bagi lingkungan dan makhluk hidup, maka bisa dibuang ke saluran air yang ada, seperti sekolah dan juga sungai yang akhirnya akan bermuara ke laut. Namun apabila limbah cair dihasilkan oleh kegiatan pabrik dalam jumlah besar dan mengandung bahan kimia yang berbahaya, maka diperlukan pengolahan terlebih dahulu agar limbah tersebut menjadi netral dan tidak berbahaya. setelah diolah dan mempunyai netral, barulah limbah tersebut dibuang melalui saluran yang disediakan.

  1. Mengganti bahan- bahan kimia dengan bahan- bahan organik atau alami

Kita semua tahu bahwa limbah dari bahan- bahan kimia rata- rata mempunyai sifat yang berbahaya. maka dari itu, alangkah lebih amannya apabila kita menggunakan bahan- bahan yang alami sehingga menjadi lebih ramah bagi lingkungan dan juga makhluk hidup. Ada banyak sekali alternatif dari bahan- bahan kimia yang digunakan manusia dalam kehidupan sehari- hari. Kita mulai saja dari bahan bakar misalnya, bahan bakar yang kita gunakan untuk menggerakkan kendaraan kita mempunyai peran yang sangat besar bagi pencemaran udara di dunia. Bahkan saking banyaknya pencemaran di Bumi ini, lapisan ozon yang melindungi bumi banyak yang telah mengalami kebocoran. Akibatnya cahaya matahari yang masuk tidak mengalami penyaringan dan banyak kerugian yang bisa ditimbulkan dan membuat banyak jenis penyakit kulit. Maka dari itu tidak ada salahnya apabila kita menggunaka energi alternatif yang lebih ramah, seperti menggunakan biogas atau bioetanol sebagai pengganti bahan bakar minyak. Sekarang sudah banyak masyarakat yang mengembangkan energi alternatif adri bahan baku alami, sehingga lebih ramah lingkungan.

  1. Rehabilitasi kerusakan sifat fisik tanah

Upaya penanggulangan kerusakan pada tanah salah satunya adalah rehabilitasi kerusakan sifat fisik pada tanah. Kerusakan sifat fisik tanah pada umumnya diakibatkan oleh memburuknya struktur tanah. Terjadinya kerusakan struktur tanah ini dimulai dengan menurunnya kestabilan agregat tanah. Hal ini diakibatkan oleh kikisan air hujan dan aliran permukaan. Penurunan kualitas kestabilan agregat tanah ini diiringi oleh penurunan kandungan bahan- bahan organik, aktivitas perakaran vegetasi dan jumlah mikroorganisme tanah. Untuk memperbaiki kerusakan sifat fisik pada tanah, dapat dilaukan tindakan sebagai berikut:

  • Pengolahan tanah secara berkala untuk menghindari pergerakan tanah
  • Peningkatan kandungan bahan organik tanah melalui dedaunan kering dan vegetasi penutup lahan
  • Peningkatan keanekaragaman tanaman untuk dapat memperbaiki sistem persebaran peakaran
  1. Rehabilitasi kerusakan kimia dan biologi tanah

Selain kerusakan sifat fisik, tanah juga dapat mengalami kerusakan kimia dan juga biologi. Kerusakan kimia dan biologi pada tanah ditandai dengan penurunan kandungan bahan organik dan kenaikan kadar asam tanah. Tindakan perbaikan pada tanah ini dilakukan dengan cara pemberian jerami dan zat kapur. Pemberian jerami dapat meningkatkan aktivitas mikroba yang dapat membusukkan bahan- bahan tanah dan juga menghasilkan bahan organik. Sementara pemberian zat kapur dapat membantu menetralisir kadar asam yang ada di dalam tanah.

  1. Remediasi pencemaran tanah

Upaya penanggulangan pencemaran tanah yang lainnya adalah remediasi pencemaran tanah. Kegiatan remediasi ini merupakan upaya atau tindakan yang dilakukan untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar. Kegiatan remediasi ini dibagi menjadi tiga, yakni sebagai berikut:

  • Remediasi in- situ, merupakan upaya pembersihan lahan yang tercemar tanpa harus berpindah tempat atau tetap di lokasi pencemaran saja.
  • Remediasi ex- situ, merupakan pembersihan lahan yang tercemar dengan cara menggali tanah yang tercemar dan dipindahkan ke lokasi lain. Kemudian, setelah dipindahkan ditempat yang lebih aman maka baru bisa dilakukan proses pembersihan pada tanah yang tercemar.
  • Bioremediasi, merupakan proses pembersihan pencemaran tanah dengan menggunakan bantuan mikroorganisme seperti jamur dan juga bakteri. Kegiatan bioremediasi ini mempunyai tujuan untuk memecah atau mengurangi pengaruh zat pencemar.

Pencegahan Kerusakan Tanah

Tanah merupakan sumber daya alam yang harus kita lestarikan dan harus kita jaga. Oleh karena itulah apabila tanah sudah mengalami kerusakan, adalah wajib bagi manusia untuk mengembalikannya menjadi baik, atau agar tidak menjadi ebih parah lagi. Manusia bisa mengupayakan pencegahan kerusakan tanah dengan berbagai cara. Cara- cara yang dapat dilakukan oleh manusia untuk menanggulangi kerusakan pada tanah antara lain sebagai berikut:

  1. Menjaga tingkat kesuburan tanah

Kerusakan tanah salah satunya ditandai dengan berkurangnya tingkat kesuburan pada tanah. Upaya menjaga tingkat kesuburan tanah dapat dilakukan dengan metode mekanik, vegetatif dan juga kimia. Beberapa cara menjaga tingkat kesuburan tanah antara lain sebagai berikut:

  • Penterasan lahan miring atau terasering

Penterasan pada lahan miring dimaksudkan untuk mengurangi panjang lereng dan juga memperkecil kemiringan pada lereng. Pembuatan terasering ini bertujuan untuk mengurangi tingkat erosi karena terasering dapat memperlambat aliran air permukaan.

  • Pembuatan pematang atau guludan

Pematang lahan atau guludan juga merupakan salah satu upaya menjaga kesuburan tanah. Pematang atau guludan ini dibuat dengan cara seperti membuat tanggul- tanggul kecil dan juga saluran air yang sejajar garis kontur. Pematang atau guludan yang dibuat ini mempunyai fungsi menahan laju air sehingga dapat memperbesar kemungkinan air meresap ke dalam tanah.

  • Pengelolaan sejajar garis kontur atau Contour tillage

Upaya menjaga kesuburan tanah dengan cara ini dilakuka dengan membuat rongga- rongga tanah yang sejajar kontur dan membantuk igir- igir. Hal ini dapat memperlambat aliran permukaan dan juga dapat memperbesar kemungkinan air meresap ke dalam tanah. Pada umumnya vegetasi ditanam dengan sistem tumpang sari.

  • Pembuatan cekdam

Cekdam merupakan bendungan kecil. Pembuatan cekdam atau bendungan kecil ini mempunyai tujuan membendung aliran air permukaan. Dengan demikian material- material yang tererosi akan bertahan di parit- parit bendungan sehingga lapisan tanah akan menebal dan kesuburan tanah tidak akan hilang karena hanyut terbawa oleh air.

  1. Metode vegetatif

Metode vegetatis merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kerusakan tanah dengan cara memanfaatkan vegetasi yang ada. Metode ini sangat baik dalam rangka mengupayakan pelestarian kesuburan tanah. Metode vegetatif biasanya menggunakan cara- cara sebagai berikut:

  • Penghijauan

Kegiatan penghijauan lingkungan dilakukan dengan cara menanami hutan kembali dengan bibit- bibit pohon dan juga lahan0 lahan yang kehilangan vegetasi penutupnya. Bibit- bibit pohon yang dipilih untuk ditanam ini merupakan bibit pohon yang besar yang dapat tumbuh dengan mudah tanpa harus meggunakan cara- cara tertentu.

  • Rotasi tanaman atau crop rotation

Salah satu kegiatan yang dilaukan manusia untuk mempertahankan kesuburan tanah adalah rotasi tanaman inimetode rotasi tanaman atau crop rotation ini dapat dilakukan dengan cara memvariasi jenis- jenis tanaman pada saat pergantian masa tanam. Hal ini dilakukan karena dianggap efektif untuk mencegah berkurangnya suatu jenis unsur hara.

  • Reboisasi

Reboisasi juga dikenal dengan istilah penanaman hutan kembali. Reboisasi dilakukan dengan menanami lahan yang gundul dengan tanaman- tanaman keras. Dengan menanami lahan dengan tanaman- tanaman keras, kita tidak hanya mencegah erosi secara efektif namun hasil kayu dari tanaman tersebut juga dapat kita manfaatkan untuk berbagai macam kegiatan.

  • Penanaman tanaman penutup atau buffering

Yang dimaksud dengan penanaman tanaman penutup adalah menanami lahan dengan tanaman yang keras seperti pinus dan juga jati. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk menghambat penghancuran tanah pada lapisan atas oleh air hujan (baca: proses terjadinya hujan), memperkaya kandungan bahan organik dan juga menghambat laju polusi.

  • Penanaman sejajar garis kontur

Penanaman garis kontur merupakan kegiatan menanami lahan searah dengan garis kontur. Hal ini dilakukan bertujuan untuk memperbesar kemungkinan air dapat meresap ke dalam tanah dan juga menghambat laju erosi.

  • Penanaman tanaman berbasis atau strip cropping

Penanaman tanaham berbasis merupakan kegiatan menanam secara tegak lurus arah aliran atau arah angin. Pada daerah yang landai, jarak tanam diperlebar, sementara pada lahan miring tanaman akan dirapatkan.

Itulah beberapa cara yang dapat dilakukan dan termasuk dengan metode vegetatif yang bertujuan menanggulangi kerusakan pada tanah.

  1. Metode Kimia

Selain dengan menjaga kesuburan tanah dan juga melakukan metode vegetatis, upaya pencegahan kerusakan pada tanah adalah dengan melakukan metode kimia. Metode kimia ini juga banyak disebut sebagai pengawetan pada tanah. Pengawetan pada tanah dengan metode kimia dilakukan dengan menggunakan bahan kimia untuk memperbaiki struktur pada tanah. Bahan- bahan kimia yang sering digunakan antara lain adalah bitumwn, krilium, dan juga soil conditioner. Bahan- bahan kimia yang telah disebutkan itu sangat efektif untuk memperbaiki struktur dab juga memperkuat agregat tanah. Bahan- bahan kimia tersebut memiliki pengaruh dalam jangka panjang karena senyawa tersebut dapat bertahan terhadap organisme tanah. Selain itu, soil conditioner juga dapat digunakan untuk meningkatkan permeabilitas dan juga dapat mengurangi erosi tanah.

Itulah beberapa cara yang dapat kita lakukan sebagai upaya mencegah terjadinya kerusakan tanah. semoga informasi yang telah disajikan dapat bermanfaat.

Sumber : Ilmu Geografi.com

Translate »