galerifoto galerivideo
  • Tim Brawijaya mulai merakit model bangunan tahan gempa

Partnership

logo wika kecil logo polri kecil logo jatim kecil logo nindya karya kecildepartemen-pekerjaan-umum

Jurusan Teknik Sipil FTUB mengikuti ASIA BRICOM 2017

Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya kembali mengharumkan nama Indonesia dan mengibarkan bendera merah putih di kompetisi jembatan internasional. Kompetisi tersebut bernama ASIA BRICOM 2017. Kompetisi internasional tahunan ini diikuti oleh hampir seluruh negara-negara terbaik yang ada di ASIA diantaranya Jepang, Taiwan, Thailand, China, Mogolia, Vietnam dan Indonesia dengan peserta yang terdiri dari 17 Universitas.

ASIA BRICOM atau Asia Steel Bridge Competition adalah kompetisi tahunan yang dimulai sejak tahun 2006 di Asia. Tujuan dari kompetisi ini adalah memotivasi mahasiswa dalam berkreasi, menggabungkan teori ke dalam aplikasi, dan memperluas visi global mahasiswa. Pada tahun 2017, ASIA BRICOM dilaksanakan di National Central University, Taiwan pada tanggal 14 – 18 Agustus 2017.

Jurusan Teknik Sipil Universitas Brawijaya mengirimkan 1 tim yang ikut serta dalam ASIA BRICOM 2017. Tim tersebut adalah Tim Balapati dengan anggota yaitu Arga Yudhistira P, Dicky Rosian P., Nur Rachman., dan Adista Fahara  (mahasiswa S1 angkatan 2014) dan didampingi oleh dosen pembimbing yaitu Ir. Sugeng P. Budio, MS., IPM., Roland Martin Simatupang ST.,MT.,M.Sc. dan Dr.Eng. Ming Narto Wijaya, ST., MT., M.Sc. Tim Balapati mengusung budaya Madura yaitu karapan sapi dalam desain jembatan mereka, sehingga nama jembatan nya adalah “Karapan Sapi” bridge. Jembatan ini terbuat dari material utama yaitu baja yang dirakit dengan menggunakan sambungan las dan baut.

Perakitan ASIA BRICOM

Material baja tersebut kemudian dirakit menjadi model jembatan yang dirancang untuk beban yang diberikan. Penggunaan bahan dirancang seefisien mungkin tanpa mengurangi kekuatan struktur jembatan. Kemudian model jembatan diuji dengan menggunakan beban berupa plat baja dengan total 350 kg. Tim Balapati berhasil menyelesaikan perakitan jembatan dalam waktu 8 menit 35 detik, dengan berat jembatan sekitar 25 kg.

Bersaing dengan tim Perguruan Tinggi dari negara-negara Asia lainnya, Tim Balapati berhasil unjuk gigi. Dari 17 tim Perguruan Tinggi yang mengikuti ASIA BRICOM 2017, tim perwakilan dari Jurusan Teknik Sipil FTUB merupakan satu-satunya tim dari Indonesia yang berhasil menembus 10 besar dan meraih kategori-kategori yang dikompetisikan. Kategori yang diraih Tim Balapati adalah Prediction of Deflection, Total Cost, Presentation, Aesthetics, Construction Cost, Overal Performance, dan Structural Cost.

Pada tahun 2018, ASIA BRICOM akan diselenggarakan di Thailand, untuk itu Tim UB akan mempertahankan dan meningkatkan prestasi ke depan dengan persiapan yang semakin ditingkatkan. (MNW)

Menerima penghargaan

Tim ASIA BRICOM TS UB

Translate »