galerifoto galerivideo
  • Tim Brawijaya mulai merakit model bangunan tahan gempa

Partnership

logo wika kecil logo polri kecil logo jatim kecil logo nindya karya kecildepartemen-pekerjaan-umum

Menembus 3 Besar dalam Kompetisi Internasional IDEERS 2017

image_pdfimage_print

Dalam 4 tahun terakhir ini Teknik Sipil terus berupaya mengikuti kompetisi internasional dalam rangka meningkatkan daya saing pada tingkat global sesuai dengan Visi Misi. Tak terkecuali pada tahun 2017, Teknik Sipil UB kembali berpartisipasi dalam IDEERS yang diadakan oleh NCREE di Taipei, Taiwan.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Beranggotakan 4 mahasiswa angkatan 2014 (semester 7), yaitu: Dhia Karima, Riski Fajar Nur Kholis, Halidazia dan Faishal Pramudito dengan nama tim AKUSARA berhasil menyisihkan beberapa tim dalam kompetisi internal yang selanjutnya dimantapkan dalam bimbingan yang diketuai oleh Ari Wibowo, ST., MT., Ph.D.

Tim IDEERS UB bersama dengan Dr. Eng. Indradi Wijatmiko, selaku ketua program studi mengikuti rangkaian kegiatan panitia yang dilaksanakan pada tanggal 20 hingga 23 September 2017, antara lain kegiatan tour ke beberapa museum / relief peninggalan bencana gempa tahun 1999 serta welcome dinner.

IMG_6482Hingga pada tanggal 22 September 2017, tim IDEERS UB melakukan perakitan selama kurang lebih 5 jam dari waktu 6 jam yang diberikan. Gedung tahan gempa yang diberi nama The Octhagon selanjutnya diperiksa oleh dewan juri terhadap persyaratan yang ada serta ditimbang untuk dapat dihitung rasio efektif.

Pada tanggal 23 September 2017, bersama dengan 49 tim peserta lainnya yang berasal dari Australia, Taiwan, Malaysia, Philipina, Korea, Vietnam dan Indonesia (dimana tercatat 8 tim dari Indonesia yang berpartisipasi baik sebagai observer maupun peserta) mengikuti kegiatan pameran bangunan yang telah dirakit beserta dengan maket yang telah dipersiapkan sebelumnya. Sedangkan pengujian kategori undergraduate dilaksanakan pada sore hari setelah kategori high school dan post graduate. Untuk kategori undergraduate, ditetapkan pengujian diawali dengan frekuensi 250 gal dan selanjutnya berurutan 400, 500, 600, 700 hingga 800 gal. Pada setiap pengujian, dewan juri mencermati dengan seksama kondisi dari bangunan yang juga meliputi simpangan serta perletakan beban, hingga pada akhir pengujian 800 gal ditetapkan hasil bahwa Teknik Sipil UB berhasil memperoleh:

  1. IMG_6548Juara 3
  2. Aesthetic architectural award
  3. Design concept exhibition award
  4. Quake resistant certificate

Hal ini merupakan prestasi yang membanggakan bagi Teknik Sipil UB, karena sekali lagi Teknik Sipil UB berhasil mengibarkan bendera merah putih di panggung kompetisi internasional dengan pencapaian dan award yang lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya, terlebih bila menilik sarana-prasarana yang digunakan untuk berlatih masih sangat kurang.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Selanjutnya Teknik Sipil UB berharap dapat terus berupaya berkiprah dalam kompetisi-kompetisi internasional dengan dukungan penuh dari segenap civitas akademika, baik berupa dukungan support moral maupun peralatan-peralatan pendukung.

Bravo Teknik Sipil UB. (IWK)

Translate »