Ditulis pada tanggal 4 Juli 2014, oleh Teknik Sipil FTUB, pada kategori Kliping Surat Kabar

betek

MALANG KOTA – Penuntasan proyek mulia pembangunan jembatan Betek-Tembalangan yang digarap Jawa Pos Radar Malang bersama Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB) sejak 30 April lalu, tinggal menghitung hari saja.

Sebab pembuatan selimut fondasi jembatan di sisi utara dan selatan jembatan sudah tuntas. Tahap berikutnya tinggal pemasangan kerangka baja.

Bentang Jembatan Tuntas 7 Hari Lagi

Hanya persoalannya, dana yang digalang untukpembuatan jembatan yang diperkirakan menelan biaya Rp 1,4 miliar itu belum mencukupi. “Kami belum berani memesan kerangka baja karena dibutuhkan dana sekitar Rp 760 juta,”  ujar ketua tim pembangunan Jembatan Betek Tembalangan Ir. Sugeng P. Budio MS, Rabu (2/7) kemarin.

Dan pantauan di lapangan, tim sudah menuntaskan pengerjaan dua selimut fondasi jembatan, yakni selimut sisi utara dan selatan. Pengerjaan kedua selimut fondasi itu menghabiskan waktu sekitar dua bulan. Pengerjaan selimut fondasi di sisi selatan menghabiskan waktu lebih lama, karena sulitnya medan.

Untuk membuat bendungan sebagai dasar pembangunan selimut sisi selatan, pekerja harus memanggul material dan sisi utara jembatan dengan menyeberang sungai menuju sisi selatan jembatan. Hal itu dilakukan karena material jembatan hanya bisa diletakkan di sisi utara. Namun saat memasang selimut, pekerjaan lebih ringan karena material bisa dijatuhkan dan atas jembatan ke bawah. “Hari ini (kemarin, Red), pengerjaan kedua selimut fondasi sudah selesai,” kata Sugeng yang juga menjabat Ketua Jurusan (kajur) Teknik Sipil UB itu.

Dia berharap, dana yang dibutuhkan segera terkumpul. Sambil menunggu terkumpulnya dana, Sugeng bersama tim akan mengerjakan jembatan bentang 4,5 meter di sisi utara. Bentang jembatan itu yang dijadikan landasan kerangka baja, agar daya tahan jembatan semakin kuat. “Setelah itu, baru dilanjutkan pembesian,” kata dia.

Pengerjaan bentang jembatan 4,5 meter dan pembesian tidak membutuhkan waktu Jama. Untuk penyelesaian bentang jembatan itu, diperkirakan tuntas tujuh hari. “Untuk pembesian, sekitar tiga hingga empat han,” kata dia.

Untuk diketahui, pembangunan Jembatan Betek-Tembalangan tidak hanya menjadi jalan tembus bagi warga Jatimulyo yang menuju ke kawasan Jalan Ijen, Jalan Veteran, dan menuju pusat Kota Malang. Namun, juga mengurai kemacetan di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta. Apalagi saat Jembatan Soehat dibongkar, Jembatan Betek Tembalangan menjadi solusi jitu untuk mengantisipasi ancaman kemacetan di kawasan Jalan Soekarno-Hatta.

Penggarapan Jembatan Betek-Tembalangan juga seiring dengan program Pemkot Malang yang menyiapkan jalur alternatif guna mengurai kernacetan di kawasan Jalan Seokarno-Hatta. Ada dua lokasi yang dilirik pemkot sebagai jalur alternatif pengurai kemacetan, yakni Jalan Candi Panggung dan kawasan Sudimoro. (dan/c2/abm)

Sumber: Jawa Pos Radar Malang terbit Kamis 3 Juli 2014 hal. 29 dan 39