Ditulis pada tanggal 10 Juni 2014, oleh Teknik Sipil FTUB, pada kategori Kliping Surat Kabar

Jembatan-Betek01

MALANG KOTA – Proyek mulia hasil kerja sama Jawa Pos Radar Malang dan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya berupa pembangunan Jembatan Betek Tembalangan terus dikebut. Kemarin, tim dari Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) mulai menggarap ‘selimut’ fondasi. Selimut fondasi ini semacam tembok batu yang mengelilingi fondasi yang sudah ada. Tujuannya untuk mempertebal dan memperkuat fondasi. Ada dua titik fondasi yang dibuatkan selimut, yakni sisi utara dan sisi selatan jembatan.

Tapi untuk tahap awal, pembangunan selimut fondasi dimulai dari sisi utara dulu. “Pengerjaan selimut fondasi utara ini butuh waktu 3-4 hari lagi,” ujar Arifin, mandor pembangunan jembatan yang ditemui di lokasi, Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Senin (9/6) kemarin.

Usai pembangunan selimut fondasi di sisi utara, lanjut Arifin, langsung dilanjutkan ke sisi selatan. Arifin mengatakan, sebenarnya pihaknya bisa menuntaskan pengerjaan selimut fondasi lebih cepat. Tapi karena lokasinya di air, pengerjaan membutuhkan waktu lama.

Segera Kepras Rumah Warga

Untuk satu selimut fondasi saja, dibutuhkan waktu sekitar dua minggu. Sebab, setiap pengerjaan satu meter, harus dihentikan. “Didiamkan satu hari agar kering. Setelah itu, dilanjutkan lagi pembangunannya,” kata dia.

Selain itu, katanya, lama pengerjaan di penggalian fondasi. Untuk kedalaman 2,5 meter pengerjaan membutuhkan waktu dua minggu. “Ada 26 pekerja yang dilibatkan dalam pembangunan Jembatan Betek ini,” tambahnya.

Kerua tim pembangunan jembatan dari FT UB Ir Sugeng P. Budio MS mengatakan, pihaknya memaksimalkan pembangunan selimut fondasi dulu. Selama ini, lanjut Sugeng, fondasi yang tergabung hanya menanggung sebagian beban saja. Untuk itu, dimungkinkan kekuatannya perlu ditingkatkan lagi. “Beban terberat ditumpu kabel tarikan,” kata Ketua Jurusan Teknik Sipil UB itu.

Dalam desain jembatan baru, tidak menggunakan kabel gantung. Tapi jembatan kerangka baja. Dengan demikian, seluruh beban jembatan disangga fondasi. “Tumpuan fondasi yang dulu sifatnya hanya menanggu sebagian, sekarang ini difungsikan 100 persen,” kata Sugeng.

Usai menuntaskan selimut fondasi sisi utara, katanya, dilanjutkan dengan penegrjaan selimut jembatan sisi selatan. Bersamaan itu, dilakukan pengeprasan rumah warga akibat pelebaran jembatan.

Menurutnya, jembatan baru tidak hanya lebih besar. Tapi kekuatannya bertambah. Jika saat ini hanya bisa dilintasi sambil menuntun kendaraan, setelah proyek mulia ini tuntas, jembatan akan mampu menampung beban lebih berat lagi. Pengendara bisa melintasi jembatan jembatan sambil mengendarai sepeda motor. Bahkan, kuat menanggung beban mobil yang melintas sekali pun.

Sebagaimana diberitakan, proyek mulia Jembatan Betek-Tembalangan ini hasil kerja  sama Jawa Pos Radar Malang dengan Fakultas Teknik UB. Jembatan sepanjang 45 meter itu diperkirakan menelan dana Rp 1,4 Milliar. USai dibangun, dampaknya mempermudah akses warga sekitar. (dan/c1/abm)

Sumber: Jawa Pos Radar Malang terbit Selasa, 10 Juni 2014 hal. 29 dan 39