Sejarah

image_pdfimage_print

Peningkatan kebutuhan hidup masyarakat akan berdampak pada peningkatan kebutuhan pergerakan. Kondisi ini menuntut adanya penyediaan maupun peningkatan sarana dan prasarana transportasi. Dengan mulai diterapkannya otonomi daerah, maka tanggung jawab penanganan permasalahan transportasi darat juga dilimpahkan pada masing – masing pemerintah daerah. Berbagai kebijakan terkait dengan hal tersebut memerlukan dukungan hasil evaluasi maupun perencanaan yang matang.

Dalam rangka merespon perkembangan tersebut, maka Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya membentuk suatu wadah yang dapat dipakai untuk melakukan berbagai studi dan kajian khusus tentang permasalahan transportasi, yaitu Laboratorium Transportasi dan Laboratorium Jalan Raya Fakultas Teknik Universitas Brawijaya. Pada awalnya kedua laboratorium ini berdiri terpisah, dengan fokus kajian yang berbeda. Laboratorium Transportasi lebih banyak bergerak di bidang Sistem Lalu Lintas dan menangani berbagai permasalahan terkait evaluasi, perencanaan dan perancangan sistem transportasi makro. Laboratorium Jalan Raya sendiri secara spesifik lebih banyak berkecimpung dalam Sistem Perkerasan Jalan. Dengan diberlakukannya kurikulum baru pada tahun 2007 silam, kedua laboratorium tersebut dilebur menjadi satu menjadi Laboratorium Transportasi dan Jalan Raya. Pada tahun 2014, Laboratorium Survey dan Penginderaan Jauh digabung dengan laboratorium transportasi dan jalan raya dengan nama Laboratorium Transportasi dan Penginderaan Jauh.

Laboratorium Transportasi dan Penginderaan Jauh  Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Brawijaya merupakan penunjang kegiatan belajar mengajar dan penelitian serta pengembangan aplikasi teknologi rekayasa transportasi dan rekayasa bahan perkerasan jalan. Laboratorium ini juga dapat membantu pemerintah dalam usaha penanganan berbagai permasalahan transportasi.