2014

image_pdfimage_print

Beberapa Program Kerja Laboratorium Struktur dan Bahan Konstruksi:

Bidang Pendidikan

Kegiatan Rutin

  • Praktikum  Perkerasan Beton Mahaiswa   Magister Transportasi  Jumlah Mahaiswa 10 Orang
  • Praktikum Teknologi Beton Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Jumlah mahasiswa 104 orang
  • Praktikum Metode eksperimen struktur Mahaiswa Pasca Sarjana jumlah mahasiswa 4 orang
  • Praktikum Teknologi Bahan mahaiswa Teknik Sipil Jumlah mahasiswa 140 orang

Disamping  itu pada tahun  juga  mengajukan penambahan peralatan  untuk keperluan praktikum dan penelitian mahaiswa S1 S2 dan S3

Alat yang diiajukan a.l :

  • Load Cell Kapasista 5000 kg merk Kelli
  • Load Indicator CI200A
  • Displacement Tranducer
  • Data Logger
  • Kelengkapan aktuator
  • Shieve Shaker
  • Shieve
  • Compression Machine
  • Bulk Density test
  • Spesific gravity test
  • Oven

Manajemen Laboratorium ISO/IEC SNI 17025:2008

Perkembangan ISO merupakan acuan ataupun dasar yang harus di penuhi dan menjadi syarat wajib untuk bisa bersaing dengan pasaran global. Diantaranya adalah ISO 17025 yang mengatur semua aspek dan elemen yang menjadi jaminan kualitas suatu organisasi pengembang Jasa Laboratory uji/kalibrasi maupun manufaktur. Menurut ISO (International Organization for Standardisation), akreditasi adalah pengakuan formal terhadap laboratorium penguji /kalibrasi yang mempunyai kompetensi untuk melakukan pengujian /kalibrasi tertentu yang tertuang dalam peraturan ISO 17025:2005.

Akreditasi laboratorium mampu memberikan jaminan terhadap mutu dan keakuratan data hasil uji/kalibrasi sekaligus menjamin kompetensi laboratorium penguji/kalibrasi. Di Indonesia, laboratorium diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN).Untuk dapat diakreditasi sebagai laboratorium yang kompeten, laboratorium tersebut harus menerapkan standar ISO/IEC 17025:2005 Persyaratan Umum Kompetensi Laboratorium Penguji/Kalibrasi.

Dengan pemahanan yang baik tentang standar Manejemen berbasis ISO 17025:2008 diharapkan PLP leih mengerti tentang manajemen laboratorium dan diharapkan antinya laboratorium struktur bisa berkembang menjadi labih baik lagi.

Pelatihan Teknisi Analis : Analisis & Penjelasan Data Analisis

Setelah kursus diharapkan para peserta mempunyai pengetahuan dasar untuk membantu melakukan analisis di laboratorium serta mampu bekerja dengan aman. Dengan sasaran utama :

  1. Memahami aspek keselamatan kerja dalam laboratorium
  2. Mengenal jenis peralatan gelas dan cara kalibrasinya.
  3. Melakukan praktek berlaboratorium yang baik (GLP).
  4. Menguasai teknik pengambilan sub sampel.

Pelatihan Perawatan Instrumen Laboratorium

Pemeliharaan alat-alat di laboratorium sebenarnya mempunyai andil besar dalam menanggulangi banyaknya kecelakaan kerja di dalam laboratorium. Pemeliharaan alat-alat laboratorium secara berkala dapat mengantisipasi kecelakaan yang timbul secara lebih dini

Dengan mengacu pada pengertian pengelolaan dan gambaran tentang sumber daya yang dibutuhkan dalam sistem perawatan laboratorium, maka untuk mengelola pekerjaan perawatan laboratorium mencakup kegiatan:

  • Merencanakan program perawatan dengan menetapkan obyek apa yang dirawat, jenis pekerjaan perawatan yang dikerjakan, kapan jadwal pelaksanannya, siapa pelaksana, apa bahan dan alat yang digunakan untuk merawat, dan jika perlu berapa biaya yang dibutuhkan.
  • Mengorganisir sistem perawatan, menentukan deskripsi pekerjaan perawatan dan mekanisme kerjanya.
  • Melaksanakan ( actuating ) program perawatan
  • Mengevaluasi dan melaporkan kinerja perawatan

Pelatihan Kalibrasi

Dengan Pelatihan kalibrasi diharapkan pranata laboratorium struktur mampu :

  • Mampu dan mengerti kalibrasi alat ukur Massa, Suhu, dan Tekanan dengan metode dan prosedur yang berlaku secara internasional.
  • Mampu melaksanakan kalibrasi alat ukur Massa, Suhu dan Tekanan serta analisa perhitungan ketidakpastian.
  • Memahami persyaratan dan standar dari masing masing konsep kalibrasi Massa, suhu  dan Tekanan.
  • Analisis data dan perhitungan ketidakpastian dari data kalibrasi alat ukur Massa, suhu  dan Tekanan.
  • Dengan kalibrasi mengetahui seberapa jauh kesalahan (penyimpangan) alat ukur tersebut, sehingga ketelitian alat ukur tersebut dapat diketahui.
  • Memahami metode dan teknik kalibrasi, sesuai dengan standar acuan yang sudah dibakukan.
  • Mampu dan mengerti membaca atau membuat laporan hasil kalibrasi / sertifikat kalibrasi.