Sejarah

Laboratorium Mekanika Tanah yang didirikan tahun 1976, bertujuan menyediakan peralatan laboratorium untuk kegiatan pendidikan dan pengajaran dalam memenuhi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pada awal pendiriannya sebagian peralatan laboratorium diperoleh dari sumbangan Proyek Brantas Kementrian Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik. Pada tahun 2001 peralatan untuk praktikum geologi dipindahkan dari Laboratorium Survey dan Geologi, ke laboratorium Mekanika Tanah, sehingga namanya berubah menjadi Laboratorium Mekanikan Tanah dan Geologi Teknik.

Dalam perkembangan selajutnya laboratorium Mekanika Tanah tidak saja menyediakan sarana dan prasarana untuk tujuan kegiatan pendidikan dan pengajaran saja tetapi juga dalam pengembangan ilmu lewat penelitian dalam bidang geoteknik(mekanika tanah, geologi teknik dan mekanika batuan), serta melayani masyarakat yang berhubungan disiplin ilmu tersebut. Laboratorium mekanika tanah juga menyediakan jasa sebagai supervisi dalam pelatihan tenaga laboratorium dan pemecahan masalah teknik sipil yang berhubungan dengan geoteknik dan geologi seperti masalah stabilitas lereng, stabilisasi tanah, struktur bangunan bawah, kehandalan pondasi bangunan, dinamika tanah( akibat gempa dan struktur pondasi mesin).

Saat ini setiap semester terjadwal prakatikum mekanika tanah I dan geologiĀ  untuk mahasiswa teknik Sipil pada semester genap dan praktikum mekanika tanahII pada semester ganjil untuk mahasiswa sipil dan praktikum mekanika tanah pada tiap semester untuk mahasiswa Pengairan dan mahasiswa Perikanan dan Kelautan.

Penggunaan alat laboratorium untuk keperluan penelitian dosen dan mahasiswa S1 dan S3 juga dijadwalkan agar bisa terlaksana dengan sebaik baiknya.

Beberapa mahasiswa Program Studi Peknik Sipil dari perguruan tinggi lain juga mempercayakan kepada Labarotarium Mekanika Tanah dan Geologi untuk melatih mahasiswa dan laborannya dalam penggunaan peralatan laboratorium mekanika tanah.

Penelitian yang dilakukan selalu berorientasi pada perkembangan ilmu dan permasalahan yang terjadi dalam masyarakat, sehingga dapat berkerjasama dengan masyarakat setempat dan instansi yang terkait.