Penelitian

Topik : Perbaikan dan Perkuatan Tanah 

Rasional

Melihat permasalahan geoteknik yang terjadi dalam dua dekade terakhir di Indonesia yang diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi dan aktifitas seismic  yang meningkat menyebabkan permasalahan dalam struktur geoteknik menjadi fokus utama.  Kedua hal di atas menyebabkan perubahan terjadi pada tekanan air pori tanah yang memicu kelongsoron pada lereng bahkan fenomena liquifaksi yang terjadi akibat gempa menyebabkan struktur atas menjadi tidak aman. Perkembangan ilmu geoteknik yang pesat ditambah dengan penggunaan software geoteknik dalam menganalisa masalah-masalah tersebut diharapkan dapat dimanfaat dalam menemukan solusi yang tepat. Pemanfaatan informasi geologis dalam menganalisa masalah di lapangan akan memberi kontribusi yang lebih baik.

Adapun agenda penelitian yang akan dilakukan adalah:

  1. Struktur Geoteknik Tahan Gempa (Fondation of Earthquackeproof Building)
  2. Longsoran dan Mitigasinya (Mass Movement and its Mitigation)
  3. Perbaikan dan Perkuatan Tanah (Improvement and Reinforced of Soil)
  4. Perbaikan/Pencucian Tanah Tercemar (Remediation of Contaminated Soil)

 

Domain/ Fokus Penelitian

1.       Struktur Geoteknik Tahan Gempa

Meningkatnya aktifitas seismic di Indonesia menyebabkan dibeberapa kejadian gempa memperlihatkan bahwa keruntuhan struktur terjadi akibat keruntuhan pondasi dan terlihat adanya fenomena liquifaksi. Selain itu terdapat juga gejala keruntuhan karena pergerakan pondasi arah horizontal (lateral movement) yang menyebabkan patahnya hubungan pondasi dengan kolom (gempa di Padang 2009).

Berdasarkan pertimbangan di atas maka perlu ada suatu tindakan atau langkah – langkah perencanaan pada struktur bangunan bawah yang potensial mengalami keruntuhan terhadap  beban gempa. Perbaikan tanah juga merupakan salah satu cara untuk mereduksi kemungkinan terjadinya liquifaksi.

            Tema yang akan dibahas adalah:

  • Potensi keruntuhan pada tanah akibat beban dinamik
  • Potensi liquifaksi pada tanah pasir
  • Penangan potensil iquifaksi dengan metoda perkuatan tanah

2.       Longsoran dan Mitigasinya (Mass Movement and its Mitigation)

Longsoran merupakan salah satu jenis bencana yang sering terjadi di Indonesia dan menimbulkan korban jiwa dan harta yang tidak sedikit. Longsoran dapat terjadi pada lereng asli maupun timbunan tanah untuk keperluan transportasi dan bangunan air. Tujuan utama agenda penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang bagaimana mengurangi kejadian longsoran dan meningkatkan ketahanan masyarakat melalui peningkatan pemahaman tentang bencana longsoran dan strategi mitigasi bencana tersebut.  Penelitian tentang bencana longsoran ditujukan untuk menjawab pertanyaan mendasar dimana dan kapan longsoran sering terjadi, ukuran, kecepatan dan dampak dari longsoran; dan bagaimana mencegah dan menangani longsoran dengan melakukan perbaikan terhadap tanah di lereng tersebut. Tema penelitian yang sedang dan akan dilakukan meliputi:

  • Pemetaan Daerah Potensi Longsor berbasis Sistem Informasi Geografis
  • Penyelidikan Lapangan dan Prakiraan Longsoran dengan Metode Konvensional dan Non-kenvensonal
  • Penanganan Longsoran dengan Metode Non-konvensional, Green Construction Technology  dan Low Cost Technology
  • Pengembangan Sistem Peringatan Dini Longsoran
  • Perbaikan tanah pada lereng yang kritis

Dalam badang ini kemungkinan kerjasama dapat dijalin dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kementrian Pekerjaan Umum, dan Pusat Penelitian Kebencanaan, dan Perguruan Tinggi dalam dan luar negeri yang memiliki agenda penelitian sejenis.

3.       Perbaikan dan Perkuatan Tanah (Soil Improvement and Reinforced)

Tanah yang secara teknis mempunyai daya dukung yang rendah seperti lempung lunak, tanah ekspansif ,bila digunakan sebagai dasar suatu konstrusi akan membutuhkan perbaikan untuk meningkatkan sifat teknisnya. Perkuatan tanah didefinisikan sebagai suatu inklusi (pemasukan/ penggabungan) elemen-elemen penahan ke dalam massa tanah yang bertujuan untuk menaikkan perilaku mekanis massa tanah. Tema penelitian yang akan dilakukan adalah sbb:

  • Perkuatan lereng dengan tiang
  • Elektrochimical injection

4.      Perbaikan/ Pencucian (Remediation of Contaminated)

Pencemaran tanah akibat kegiatan industri, pertambangan, pertanian, domestik dan penimbunan limbah telah dijumpai di beberapa negara, tidak terkecuali di Indonesia. Tanah yang tercemar oleh berbagai jenis polutan dapat menyebabkan tercemarnya air tanah yang semakin hari dibutuhkan oleh masyarakat, juga dapat mengurangi kuat mekanis tanah. Di Indonesia peneltian semacam ini belum banyak dikembangkan

Tujuan utama dari road map penelitian ini adalah untuk mengetahui mekanisme transport bahan pencemar dalam berbagai jenis tanah di Indonesia, efektifitas berbagai metode pencucian air tanah, terutama yang dapat dilakukan di tempat “in situ”, dan metode untuk mencegah pencemaran tanah dan air tanah. Tema penelitian yang dapat diangkat dari permasalahan ini antara lain:

  • Eksperimen lanboratorium dan simulasi transport bahan pencemar, terutama yang bersifat toksitas tinggi
  • Eksperimen laboratorium dan simulasi bahan pencemar yang dapat menurunkan sifat mekanis dan stabilitas tanah
  • Penjernihan dan penanganan tanah yang telah tercemar dengan metode yang murah dan mudah dilakukan di Indonesia

Dalam kaitannya dengan pengabdian kepada masyarakat, kajian bermanfaat untuk perencanaan bangunan untuk menimbunan limbah dan penyimpanan bahan berbahaya dan beracun.

Dalam bidang ini kemungkinan kerjasama dapat dijalin dengan Kementrian Lingkungan Hidup atau Badan Lingkungan Hidup Daerah, Fakultas selain teknik di Universitas Brawijaya maupun dari luar UB, Badan Penanggulangan Bencana, Kemetrian Perindustrian, Badan Pengelola Migas, Pertamina serta perusahaan yang berpotensi mencemari tanah dan air tanah.

Peta Penelitian

Screen Shot 2013-11-24 at 3.46.56 PM

Jenis Penelitian yang telah dilakukan sesuai dengan payung penelitian sebagai berikut:

Rekapitulasi penelitian