Kiprah Universitas Brawijaya sebagai Tuan Rumah Asia Bridge Competition Indonesia 2019

Untuk pertama kalinya di Indonesia dengan Universitas Brawijaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan 12th Asia Bridge Competition Indonesia 2019

oleh | Sep 12, 2019 | Berita

12th Asia Bridge Competition Indonesia 2019 menjadi ajang kompetisi perakitan jembatan bergengsi se-Asia yang diadakan setiap tahun. Untuk pertama kalinya di Indonesia dengan Universitas Brawijaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan 12th Asia Bridge Competition Indonesia 2019. Kompetisi ini diikuti oleh 16 tim dari 6 negara yang berbeda yakni Indonesia, Vietnam, Thailand, Jepang, Mongolia, dan Taiwan yang dilaksanakan pada tanggal 24-26 Agustus 2019 di Universitas Brawijaya, Kota Malang, Jawa Timur.

12th Asia Bridge Competition Indonesia 2019 dilaksanakan pada tiga gedung yang berbeda yakni di gedung Widyaloka, gedung G Fakultas Ilmu Komputer ,dan gedung Samantha Krida. Kompetisi ini diawali pembukaan di gedung Widyaloka dengan tarian Garuda Nusantara kemudian Dr. Eng. Indradi Wijatmiko, ST., M.Eng (Prac.) sebagai Ketua Pelaksana 12th Asia Bridge Competition Indonesia 2019 memberi sambutan bahwa Universitas Brawijaya telah mengikuti kompetisi ini sejak 2 tahun yang lalu, tahun 2019 Universitas Brawijaya menjadi tuan rumah untuk ajang kompetisi ini, dan berterima kasih kepada peserta yang mengikuti ajang ini karena tanpa mereka kompetisi ini tidak bisa berlangsung. Memasuki sesi presentasi desain konsep jembatan dari masing-masing tim yang dikemas menarik dengan memadukan unsur budaya ke dalam presentasi dari masing-masing tim membuat para penonton terbuka terhadap keanekaragaman budaya di masing-masing negara peserta, kemudian dilanjutkan dengan latihan perakitan jembatan semua tim di Gedung G Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya yang terbagi atas 2 sesi, yakni tim 1-8 dan tim 9-16.

Di hari kedua kompetisi ini merupakan inti dari 12th Asia Bridge Competition Indonesia 2019 yakni perakitan jembatan dan pengujian jembatan dengan memberi beban untuk menghitung defleksi. Tim Tottori University merupakan yang tercepat dari 16 tim yang berpartisipasi dalam merakit jembatan dengan durasi 5 menit 59 detik kemudian Tim Universitas Brawijaya menempati urutan kedua tercepat dengan 6 menit 30 detik. Setelah perakitan jembatan selesai dilaksanakan dilanjutkan dengan exhibition dan pengambilan vote untuk penilaian keindahan jembatan (aesthetic) National Ilan University memiiki vote terbanyak yakni 10 vote, tim mereka mengambil colourful concept atau juga trial of rainbow yang membuat memikat para pemilih untuk memilih mereka dan dilanjutkan dengan pengujian jembatan dengan memberi beban untuk melihat kesesuaian antara defleksi aktual dengan prediksi defleksi sesuai tim masing masing, setelah ketiga kegiatan ini selesai, para juri mendiskusikan hasil-hasil sebelum diumumkan pada awarding ceremonyAwarding Ceremony dilaksanakan di Gedung Samantha Krida, sebelum diumumkan para pemenang dari tujuh kategori beserta juara umum, diisi dengan pertunjukan dari tim peserta, penganugerahan pemenang keenam kategori yaitu best construction cost award, best structural cost,best total cost, best presentation, best aesthetic, dan best prediction of deflection dengan 5 peringkat pada masing-masing kategoriUntuk overall performance peringkat satu sampai lima yakni Mongolian University of Science and Technology, School of Civil Engineering and Architecture (MUST-CEA), Gifu University , Mongolian University of Science and Technology, Can Tho University, dan King Mongkut’s University of Technology Ladkrabang.

Dan, Universitas Brawijaya sendiri berhasil menyabet gelar Juara 1 Best Construction Cost, Juara 2 Best Presentation, Juara 2 Total Cost Awards, dan Juara 4 Best Aesthetic Award. Tahun depan Asia Bridge Competition 2020 akan diadakan di King Mongkut’s University dan dua tahun lagi, Asia Bridge Competition 2021 akan diadakan di Can Tho University Vietnam.