Ditulis pada tanggal 23 Mei 2014, oleh Teknik Sipil FTUB, pada kategori Berita, Kliping Surat Kabar

Jembatan-Betek

MALANG KOTA – Kepedulian warga Kota Malang terhadap kesulitan warga lainnya patut diacungi dua jempol. Terbukti, dalam proyek mulia pembangunan Jembatan Betek-Tembalangan, warga Kota Malang saling bahu-membahu. Saat ini, proyek swadaya pembangunan jembatan rangka baja pertama di Indonesia, bahkan di dunia it uterus mendapatkan suntikan dana dari masyarakat.

Proyek pembangunan infrastruktur yang masuk rangkaian HUT ke-15 Jawa Pos Radar Malang tersebut kini sudah terkumpul dana Rp 533.272.265. Angka ini masih jauh dari kebutuhan biaya yang mencapai Rp 1,4 Milliar. Namun, dengan sikap kepedulian tinggi Arek-Arek Malang, proyek yang diinisiasi Fakultas Teknik Universitas Brawijaya- Jawa Pos Radar Malang tersebut bakal kokoh terbangun.

Dana Total Terkumpul Rp 533 Juta

Dari total bantuan yang jumlahnya lebih setengah milliard rupiah tersebut, ada salah satu penyumbang yang mendermakan uangnya sebesar Rp 200 juta. Hebatnya lagi, sang penyumbang ini tak menyebutkan identitasnya. Dia datang ke BCA Kudusan dengan menyerahkan uang Rp 200 juta. Uang tersebut selanjutnya ditransfer ke rekening Radar Peduli, BCA 123-22-00001.

Dengan bantuan dana dari warga Malang, pembangunan Jembatan Betek-Tembalangan terus berlanjut. Sehingga, jembatan yang saat ini kondisinya rapuh, nantinya akan bisa kokoh berdiri.

Kemarin, pekerja dari Universitas Brawijaya menggarap selimut fondasi. Penggarapan selimut fondasi di sisi utara dan selatan diperkirakan menghabiskan waktu satu bulan. Masing-masing 15 hari untuk penggarapan titik selimut fondasi.

Dari pantauan wartawan Koran ini di lokasi, saat ini pekerja sedang mengerjakan selimut fondasi di sisi utara. Agar pembangunan tidak terganggu derasnya air kali brantas, pekerja membuat bendungan penghalau air dari bambu.

“Ada Sembilan pekerja yang menggarap selimut fondasi ini, ujar mandor pembangunan Jembatan Betek-Tembalangan Arifin, saat ditemui di lokasi. Setelah tuntas pembangunan selimut fondasi di sisi utara, dilanjutkan ke sisi selatan. Arifin menilai, pembangunan selimut fondasi di sisi selatan lebih sulit. “Kondisinya lebih curam,” tambah dia.

Sementara itu, ketua Tim Pembangunan Jembatan Betek-Tembalangan Ir Sugeng P. Budio MS mengatakan, pembangunan selimut fondasi merupakan tahap pertama. “Saat ini fokus garap selimut fondasi. Butuh waktu sekitar satu bulan,” ujar Sugeng yang juga Kajur Teknik Sipil Ub itu.

Usai menuntaskan pembangunan selimut fondasi, dilanjutkan pembongkaran kerangka jembatan. Kerangka besi yang sudah keropos itu akan dirombak, kemudian diganti kerangka baja anti keropos. “Pemasangan konstruksi kerangka baja itu merupakan pembangunan tahap akhir, katanya. (dan/c1/fir)

Sumber: Jawa Pos Radar Malang terbit Kamis 22 Mei 2014 hal 29 dan 39