Ditulis pada tanggal 1 Juli 2014, oleh Teknik Sipil FTUB, pada kategori Kliping Surat Kabar

jembatan betek 3Proyek Mulia Jembatan Betek Tembalangan Akan Mengurai Kemacetan

MALANG KOTA – Pemprov Jatim memang baru berencana membangun Jembatan Soekarno-Hatta (Soehat) sisi timur tahun depan. Namun, janji pemprov tersebut langsung ditindaklanjuti Pemkot Malang dengan mencari jalur alternatif. Fungsinya, mengurai kemacetan saat Jembatan Soehat dibongkar sebagai awal pembangunan.

Rencananya, Jalan Candi Panggung bakal dijadikan jalan tembus untuk mengurai kemacetan di Jalan Soekarno-Hatta. Saat ini, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang melaksanakan feasibility study (FS) atau studi kelayakan di kawasan Jalan Soekarno-Hatta.

Tahun Depan Jembatan Soehat Dibangun

“Kami masih mengkaji, mungkin jalur alternatifnya dari Jalan Candi Panggung hingga perlimaan Tunggulwulung,” ujar Kepala Bappeda Kota Malang Budi Herwanto, Minggu (29/6) kemarin. Selain itu, Budi juga melirik kawasan lain untuk jalur alternatif pengurai kemacetan, yakni Jalan Sudimoro, Kelurahan Mojolangu. Jalur tersebut bisa mengngurai kemacetan di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, karena pengendara dan Kota Batu menuju Singosari bisa melintasi kawasan teisebut.

Hingga kini, Budi belum memastikan jaIur mana yang akan didesain untuk mengurai kemacetan. Namun, dia menargetkan, proses penggarapan tuntas sebelum Jembatan Soehat dibongkar Pemprov Jatim. “Harapan kami, saat jembatan dibongkar, tidak akan ada kemacetan. Sebab, kami sudah siapkan jalur altematifnya,” terang mantan kepala badan keluarga berencana dan pemberdayaan masyarakat (BKBPM) itu.

Usai menggelar FS, hasil kajiannya akan diserahkan kepada Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (DPUPPB) untuk ditindaklanjuti. Tugas DPUPPB adalah menyusun detail engineering design (DED). Dalam DED tersebut, dibahas perlunya pelebaran jalan atau tidak.

Budi menegaskan, renana penyiapan jalur alternatif disusun karena dia sudah mendapatkan kepastian dan Pemprov Jatim mengenai pembangunan Jembatan Soehat pada tahun depan. “Jembatan Soehat pasti dibongkar, untuk dilakukan pembangunan. Tapi tidak tahun ini,” ucap Budi. DED tersebut, dibahas perlunya pelebaran jalan atau tidak. “Saat ini kami belum mengarah kepelebaran jalan,” sambung dia.

Budi menegaskan, penyiapan jalur alternatif disusun karena dia sudah mendapatkan kepastian dan Pemprov Jatim mengenai pembangunan Jembatan Soehat pada tahun depan. “Jembatan Soehat pasti bongkar, untuk dilakukan pembangunan. Tapi tidak tahun ini,” ucap Budi.

Selain dua jalan yang disebut Bappeda, proyek mulia pembangunan Jembatan Betek-Tembalangan yang dibangun Jawa Pos Radar Malang bersama Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) juga akan dijadikan alternatif. Saat Jembatan Soehat dibongkar, diperkirakan terjadi kemacetan parah di Jalan Soekarno-Hatta. Tapi dengan adanya Jembatan Betek-Tembalangan yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat Malang, pengendara dari Jalan Cokelat, Jalan Borobudur, dan kawasan Jalan Sudimoro yang menuju kawasan Jalan Ijen, Jalan Bogor, dan Jalan Bandung tidak perlu melintasi Jembatan Soehat. Mereka bisa mengambil jalan pintas melalui Jembatan Betek-Tembalangan. Hingga kini proses pengerjaan Jembatan Betek-Tembalangan sudah menuntaskan dua selimut pondasi jembatan. Ketua Tim Pembangunan Jembatan Betek Tembalangan Ir. Sugeng P. Budio, MS. mengatakan, Senin (30/6) hari ini, timnya sudah mengerjakan jembatan beton bentang 4,5 meter di sisi utara jembatan. “InsyaAllah, 3 hingga 4 hari selesai membangun jembatan beton,” kata Sugeng yang juga Ketua Jurusan Teknik Sipil FT UB itu.

Dengan tuntasnya jembatan beton bentang 4,5 meter, akan dilanjutkan pemasangan kerangka baja. Untuk pemasangan kerangka konstruksi baja tidak membutuhkan waktu lama. Namun saat ini masih dipesan. Sementara itu, Wali Kota Malang Moch Anton menegaskan, pihaknya sudah menanyakan ke Pemprov Jatim terkait rencana pembangunanJembatan Soehat. Dan hasil koordinasi tersebut, Anton mengetahui keseriusan Pemprov Jatim membangun Jembatan Soehat.

Bahkan, lanjut Anton, Pemprov juga berjanji memperbaiki pedestrian jalan provinsi di wilayah Kota Malang. Seperti Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan MT Haryono. Pembangunan pedestrian dilakukan agar mendukung keindahan wilayah Kota Malang. Meski begitu, Anton tetap melanjutkan rencana wadul ke Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum. Anton akan menyampaikan hasil koordinasinya dengan Pemprov Jatim.

Sebagaimana diberitakan, upaya Anton menemui Ditjen Binamarga lantaran kecewa akibat Jembatan Soehat batal dibangun tahun ini. Padahal, berdasarkan hasil kajian tim uji forensik FT UB, diketahui bahwa jembatan utama yang menghubungkan Kota Malang menuju Kota Batu itu sudah tidak layak dan kedaluwarsa. (dan/c2/fir)

Sumber: Jawa Pos Radar Malang terbit Senin 30 Juni 2014 hal. 33 dan 43