Ditulis pada tanggal 30 April 2014, oleh Teknik Sipil FTUB, pada kategori Berita, Kliping Surat Kabar

jembatan11

MALANG KOTA – Proyek mulia, yakni merenovasi secara swadaya Jembatan Betek-Tembalangan yang rawan ambruk itu, hari ini bakal dimulai pembangunannya. Kegiatan tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama yang menurun rencana akan dilakukan Wali Kota Malang Moch. Anton, disaksikan Dekan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) Prof Dr Ir Mohammad Bisri MS dan Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad.

Pembangunan jembatan yang diinisiasi Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) dan Jawa Pos Radar Malang tersebut, murni berasal dari sumbangan masyarakat. Jika kelak renovasi itu kelar, maka jembatan sepanjang 45 meter dan lebar 3 meter dengan kerangka beton baja tersebut akan menjadi jembatan modern pertama di Indonesia yang dibangun secara swadaya.

Warga Sekitar Senang Jembatan Dibangun

Bisri mengatakan, sesuai hasil kajian tim pembangunan jembatan dari FT UB, lokasi peletakan batu pertama dilaksanakan di sisi utara jembatan. Jembatan yang dibangun menggunakan kerangka baja tahan keropos itu merupakan hasil desain mahasiswa FT UB yang memenangkan Kompetisi Jembatan Indonesia setahun yang lalu.

“Ini merupakan bentuk aplikasi dari ilmu yang didapat di kampus dipraktikkan di masyarakat,” ujar Bisri yang juga rektor terpilih UB ini.

Dia menambahkan, tim pembangunan jembatan dari FT UB mampu menuntaskan pembangunan jembatan sepanjang 45 meter itu dalam kurun waktu dua bulan, asalkan anggarannya tersedia.

Hingga kemarin, dana pembangunan jembatan yang dikumpulkan secara swadaya melalui Jawa Pos Radar Malang sudah terkumpul Rp 256.238.121. Padahal, untuk merenovasi total jembatan itu, dinutuhkan anggaran sekitar Rp 1,4 milliar.

“Nggak usah dipikirkan kekurangannya. InsyaAllah nanti akan ada jalan,”ujar Bisri. Dia yakin, jika proyek mulia itu segera dimulai, maka akan banyak pihak-pihak lain yang membantu.

Bisri mempunyai keyakinan sangat tinggi bahwa kekurangan dana yang cukup besar bisa ditutupi oelh kebersamaan Arek-Arek Malang. “Intinya proyek mercusuar yang dibangun secara swadaya ini bisa berdiri kokoh jika warga Malang bersatu ,” tambahnya. Warga sekitar Jembatan Betek menyambut gembira pembangunan Jembatan Betek-Tembalangan. Selama ini warga yang melintasi jembatan harus menuntun kendaraan lantaran rendahnya beban jembatan. (dan/c1/fir)

Sumber: Jawa Pos Radar Malang terbit Rabu 30 April 2014 hal. 29 dan 39