Ditulis pada tanggal 31 October 2014, oleh Teknik Sipil FTUB, pada kategori Berita

ribut1

Ribut Hermawan awalnya tidak menyangka akan mendapatkan penghargaan sebagai mahasiswa berprestasi (mawapres) Jurusan Teknik Sipil 2014 dari Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB). Karena dari segi Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), masih ada yang lebih baik darinya.

Namun pihak fakultas ternyata memiliki pertimbangan lain, Ribut dipilih sebagai mawapres Jurusan Teknik Sipil 2014 karena dianggap mempunyai prestasi tingkat nasional Juara III Kompetisi Jembatan Indonesia kategori Jembatan Kayu 2013 dan keaktifannya sebagai Asisten Tugas Besar Analisis Struktur.

Dalam ajang itu, Tim Jembatan Kayu Teknik Sipil UB juga memenangkan kategori Jembatan Kayu Terindah, Jembatan Kayu Metode Pelaksanaan Terealistis, dan Jembatan Kayu K3 Terlengkap. Di Tim Jembatan Kayu, Ribut bertindak sebagai team leader.

“Saya suka terlibat dalam kompetisi karena senang feel akan kompetisi. Di samping itu, dengan mengikuti kompetisi sejenis KJI & KBGI, manfaatnya sungguh terasa dan wujudnya nyata. Meskipun gagal misalnya, masih ada pengalaman yang bisa didapat,” kata mahasiswa dengan IPK 3,71 ini.

Dengan alasan yang sama ia dan keempat temannya berkeputusan mengikuti Kompetisi Rumah Pabrikasi Indocement Awards 2014 yang berlangsung di Bogor 9-11November 2014. Targetnya untuk semester ganjil ini adalah memenangkan kompetisi tersebut, lulus kuliah, dan meraih IPK yang lebih tinggi lagi.

Skripsi sebagai prasyarat kelulusan telah ia garap. Dalam menyusun skripsi ia bekerjasama dengan PT. Modern Panel Indonesia. “Saya meneliti tentang perilaku dinding M-Panel yang konsepnya dibuat seperti dinding geser menahan beban lateral,” kata alumni SMA Negeri 1 Lamongan tersebut.

Dengan seabrek kegiatan Ribut mengaku harus pintar membagi-bagi waktu agar semua yang dikerjakannya bisa memperoleh hasil terbaik. Harapannya bila telah menyelesaikan kuliah, ia ingin berkarir di perusahaan atau kontraktor di bidang teknik sipil. (and)