Ditulis pada tanggal 31 October 2014, oleh Teknik Sipil FTUB, pada kategori Kliping Surat Kabar

jembatan13

MALANG KOTA – Jembatan Betek-Tembalangan hasil swadaya masyarakat tampaknya akan menjadi jembatan terindah di Kota Malang. Proyek mulia yang diinisiasi Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) dan Jawa Pos Radar Malang tersebut akan dihias sedemikian rupa.

Jembatan Juga Bakal Dihiasi Dengan Lampu

Saat ini, proses pengerjaan proyek jembatan rangka baja tersebut masih menunggu masa pengeringan cor landasan jembatan. Di sela-sela menunggu masa kering, sejak beberapa hari lalu, tim pembangunan dari FT UB mempercantik rangka jembatan dengan mengecat rangka baja.

Ada tiga tahap pengecatan, yakni tahap pertama dan kedua untuk pengecatan dasar. “Pengecatan dasar itu orientasinya untuk antikarat,” ujar ketua tim Pembangunan Jembatan Betek-Tembalangan Ir Sugeng P Budio, MS, Rabu (29/10) kemarin.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Malang di lokasi, untuk pengecatan tahap pertama diolesi warna biru. Sedangkan saat ini jembatan sudah dicat dengan warna gold. “Untuk pengecatan finishing, orientasinya estetika,” kata pria yang juga kepala jurusan teknik sipil FT UB itu.

Sugeng menyatakan, jembatan tidak hanya kokoh belaka, tapi jugadibuatr seindah mungkin. Keindahan melalui pengecatan, sedangkan kekokohan terlihat dari konstruksi bangunan.

Sebagaimana diberitakan, dengan desain baru ini, jembatan sepanjang 45 meter itu bisa dilintasi kendaraan roda empat. Untuk mempermudah lintasan, lebar jembatan yang awalnya hanya 2,5 meter., kini sudah dilebarkan menjadi 3 meter. Rumah warga di sisi selatan juga dikepras untuk mengimbangi lebar jembatan.

Saat ini, lanjut Sugeng, pihaknya masih fokus pengecatan tahap pertama dan kedua. Pengecatan finishing dikerjakan setelah pengaspalan tuntas. “Pengecatan finishing ini tahan cuaca,” kata dosen yang sudah berpengalaman membangu jembatan itu.

Selain pengecatan, upaya memperindah jembatan juga dilakukan dengan memasang lampu. Rencananya, ada 16 unit lampu yang menghiasi jembatan di malam hari. Delapan lampu dipasang di rangka baja sisi barat., sedangkan sisanya delapan lampu lainnya juga dipasang di sisi timur.

Awalnya, lanjut Sugeng, dia memasang lampu diatas jembatan. Namun karena silau dan menggangu pengendara di malam hari, pemasangannya dialihkan ke sisi kiri dan kanan jembatan. Disinggung mengenai pengaspalan, rencananya akan digarap pada 4 November mendatang. (dan/c2/fir)

Sumber: Jawa Pos Radar Malang terbit 30 Oktober 2014 hal. 25 dan 35