Bahasa / Language :

logo wika kecil logo polri kecil logo jatim kecil logo nindya karya kecildepartemen-pekerjaan-umum

Disertasi Muhtar: Menggunakan Bambu Sebagai Sebagai Tahanan Slip Antara Tulangan Dengan Beton

image_pdfimage_print

Muhtar

Menggunakan bambu sebagai bambu sebagai tahanan slip antara tulangan dengan beton, Muhtar berhasil menyelesaikan studinya di Program Doktor Teknik Sipil Universitas Brawijaya

Sungguh tidak asing lagi bagi kita akan kegunaan dari tanaman bambu seperti halnya untuk bahan kerajinan, bahan alat memasak, hingga bahan campuran untuk konstruksi bangunan ataupun jembatan. Bambu dapat dimanfaatkan sebagai tulangan beton, terutama pada konstruksi sederhana, karena memiliki kuat Tarik relatif tinggi. Dari segi ekonomi, harga bambu jauh lebih murah dari harga tulangan baja untuk tingkat kekuatan yang sama. Sudah banyak penelitian pemanfaatan bambu sebagai tulangan beton, namun terdapat beberapa kegagalan dengan salah satu alasannya yakni kegagalan lekatan antara tulangan bambu dan beton. Pemanfaatan lapisan perekat dan modifikasi kekasaran tulangan bambu telah dilakukan oleh banyak peneliti. Namun, pola kegagalan slip masih muncul.

Muhtar, Mahasiswa Program Doktor Teknik Sipil Universitas Brawijaya dengan bidang minat rekayasa struktur memberikan inovasi untuk mengurangi potensi kegagalan slip tersebut dengan menggunakan konsep penggunaan klem-selang pada tulangan bambu. Pemasangan klem selang pada tulangan bambu berfungsi sebagai tahanan slip antara tulangan dengan beton. Gaya gesekan dari permukaan tulangan bambu akan terdistrisibusikan pada klem selang yang berfungsi sebagai konektor geser. Perkuatan tulangan bambu menggunakan klem selang kemudian diterapkan pada elemen-elemen jembatan pracetak rangka beton bertulang bambu. Semua hal tersebut tertuang pada disertasinya dengan judul Prototipe Jembatan Pracetak Rangka Beton Bertulangan Bambu Dengan Perkuatan Klem-Selang Pada Tulangan.

 

Dengan pengujian yang terdiri dari pengujian balok, sambungan, rangka hingga pengujian prototipe jembatan, Muhtar mendapatkan hasil pengujian berupa (1) tegangan lekat (bond-stress) balok beton bertulang bambu (BRC) dengan rasio luas tulangan bambu 4% meningkatkan sampai dengan 36% bila dibanding dengan balok beton bertulang baja (SRC) dengan rasio luas tulangan baja 0,89%, (2) dari hubungan beban lendutan menunjukkan bahwa rangka jembatan beton bertulangan bambu dengan model penulangan portal kaku (frame) dengan perkuatan klem-selang pada tulangan tariknya mempunyai kekakuan dan kapasitas beban yang lebih tinggi dibanding rangka dengan model penulangan rangka sendi (truss), dan (3) prototipe jembatan pracetak rangka beton bertulangan bambu mempunyai integritas yang cukup baik dengan lendutan maksimum sebesar 0,25 mm dan deformasi maksimum sebesar 0,20 mm, sehingga jembatan memenuhi syarat berdasrkan standar AASTHO maupun T-12-2004 yaitu lendutan dan deformasi tidak lebih dari L/800 = 3,75 mm, dengan menganggap beban mobil adalah beban kerja.

muhtar 2

Berkat bimbingan dari Prof. Dr. Ir. Sri Murni Dewi, MS serta Dr. Ir. Wisnumurti, MT. dan Dr. Ir. As’ad Munawir, MT., Muhtar berhasil melewati Ujian tertutup pada tanggal 16 Oktober 2018 dan Ujian terbuka pada tanggal 14 November 2018. (kik)