Bahasa / Language :

logo wika kecil logo polri kecil logo jatim kecil logo nindya karya kecildepartemen-pekerjaan-umum

Disertasi Judi K. Nasjono : Model Banjir Rancangan Pada Daerah Aliran Sungai Tidak Berpengukur

image_pdfimage_print

Pada hari Kamis, 4 Agustus 2016 Judi K. Nasjono dinyatakan lulus dalan Ujian Sidang Terbuka Disertasi dan berhak menyandang gelar Doktor setelah menyusun  Disertasi dengan judul Model Banjir Rancangan Pada Daerah Aliran Sungai Tidak Berpengukur (Studi Kasus di Wilayah/Daerah Aliran Sungai Jawa Timur). Dalam Komisi Pembimbing Disertasi ini yang bertindak sebagai Pembimbing utama adalah Prof. Dr. Ir. M. Bisri, M.S., Pembimbing Pendamping 1 adalah Ir. Agus Suharyanto, M.Eng., Ph.D., dan Pendamping Pendamping 2 adalah Dian Sisinggih, S.T., M.T., Ph.D. Dalam Tim Dosen Penguji yang bertindak sebagai Dosen Penguji 1 adalah Dr. Ir. Lily Montarcih L., M.Sc., Dosen Penguji 2 adalah Dr. Ery Suhartanto, S.T., M.T, Dosen Penguji 3 adalah Ir. Didik Suprayogo, M.Sc., Ph.D dan selaku Dosen Penguji 4 adalah Dr. Ir. Edijanto.

Dalam disertasi ini dijelaskan bahwa memodelkan banjir rancangan menggunakan teknik analisis frekuensi banjir regional dapat mengatasi masalah mengenai data di lokasi yang tidak berpengukur. Lokasi tak berpengukur dapat mengambil data dari lokasi berpengukur dengan metode indeks banjir. Data dapat ditransfer dari lokasi berpengukur ke tidak berpengukur dengan syarat dua lokasi tersebut adalah homogen secara hidrologi. Parameter hidrologi yaitu luas daerah aliran sungai, panjang sungai utama, keliling daerah aliran sungai, kemiringan sungai utama, debit sungai, curah hujan, geologi dan tutupan lahan dapat dikelompokkan damnggunakan salah satu cabang metode multivarians yaitu teknik Ward dari metode Hierarchical Cluster.

Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan Model Banjir Rancangan untuk daerah aliran tak berpengukur (ungauged). 36 stasiun pengukuran debit di Provinsi Jawa Timur yang memenuhi syarat dan rerata hujan maksimum di daerah aliran sungai setiap stasiun tersebut berhasil dikumpulkan. Parameter hidrologi yang lain dari ke 36 stasiun tersebut dikumpulkan memanfaatkan teknologi geografi informasi sistem (GIS)